Lompat ke isi

Penemuan unsur kimia

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 17.56 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29450780; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Penemuan unsur-unsur kimia yang dikenal hingga saat ini merupakan salah satu proses terpenting dan terpanjang dalam sejarah ilmu pengetahuan, dan proses tersebut masih terus berlangsung sampai sekarang. Daftar 118 unsur kimia ini disusun secara kronologis, di mana unsur-unsur umumnya dicantumkan berdasarkan urutan waktu ketika pertama kali diidentifikasi sebagai unsur murni. Namun, untuk beberapa unsur, waktu penemuannya tidak dapat ditentukan secara pasti karena sebagian sudah dikenal sejak zaman kuno.

Tabel tersebut juga memuat informasi mengenai nama unsur, simbol kimia, nomor atom, tahun pertama kali unsur tersebut dilaporkan, nama penemunya, serta penjelasan singkat tentang metode penemuannya. Emas dianggap sebagai logam pertama yang dikenal oleh manusia prasejarah. Seiring perkembangan zaman, teknik untuk menemukan dan memperoleh unsur-unsur kimia juga semakin maju. Setelah tahun 1900, sebagian besar unsur baru ditemukan melalui proses fisi dan fusi nuklir.

Tabel periodik unsur

Lini masa grafis

Diagram kumulatif

Penemuan sebelum dan awal modern

Penemuan modern

Untuk penemuan pada abad ke-18, sekitar waktu ketika Antoine Lavoisier pertama kali mempertanyakan teori flogiston, pengakuan terhadap sebuah "bumi" baru dianggap setara dengan penemuan sebuah unsur baru (sesuai praktik umum pada masa itu). Untuk beberapa unsur (misal Be, B, Na, Mg, Al, Si, K, Ca, Mn, Co, Ni, Zr, Mo), hal ini menimbulkan kesulitan tambahan karena bentuk senyawa mereka sudah dikenal luas sejak abad pertengahan atau bahkan zaman kuno, meskipun unsur sebagai konstituen "elemental" dari senyawa tersebut belum diketahui. Karena sifat asli dari senyawa-senyawa itu kadang baru ditemukan secara bertahap, seringkali sangat sulit untuk menunjuk satu penemu tertentu. Dalam kasus seperti ini, publikasi pertama mengenai kimianya dicatat, dan penjelasan lebih panjang diberikan dalam catatan.


Abad ke-17 dan 18

Abad ke-19

Abad ke-20

Abad ke-21

Lihat pula

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29450780 (2026-07-13T03:05:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.