Lompat ke isi

Osilasi Madden–Julian

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 08.27 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29573653; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Osilasi Madden–Julian (OMJ) atau Madden–Julian Oscillation (MJO) merupakan elemen variabilitas intramusiman terbesar (berkisar antara 30 hingga 90 hari) pada kondisi atmosfer kawasan tropis.

OMJ diketahui dan diidentifikasi pada tahun 1971 oleh Roland Madden dan Paul Julian dari American National Center for Atmospheric Research (NCAR). Osilasi ini merupakan sebuah fenomena kopling atau gabungan sirkulasi atmosfer dalam skala besar yang menghubungkan sirkulasi atmosfer dengan konveksi dalam pada iklim tropis.

Berbeda halnya dengan El Niño–Osilasi Selatan (ENSO) yang cenderung statis di satu wilayah memori samudra, osilasi Madden-Julian merupakan pola perpindahan gangguan cuaca yang menyebar dan merambat ke arah timur mengelilingi bola dunia dengan kecepatan sekitar 4 hingga 8 m/s (14 hingga 29 km/jam, 9 hingga 18 mph), melalui atmosfer di atas bagian hangat dari Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Pola sirkulasi keseluruhan ini mengejawantahkan dirinya dengan jelas di alam sebagai indikator bervariasinya tingkat curah hujan yang tidak normal.

Karakteristik perambatan dan siklus

Osilasi Madden–Julian ditandai dengan perkembangan ke arah timur dari wilayah besar yang memuat dua fase kondisi cuaca tropis secara bergantian, yaitu wilayah yang curah hujannya ditingkatkan (fase basah) dan wilayah yang curah hujannya ditekan (fase kering), yang khususnya diamati di atas Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Curah hujan yang tidak normal ini biasanya pertama kali terlihat di Samudra Hindia bagian barat, dan tetap berpengaruh nyata karena merambat di perairan Samudra Pasifik barat dan tengah yang sangat hangat. Pola curah hujan tropis ini kemudian menjadi tidak signifikan atau meluruh ketika bergerak di atas perairan samudra yang lebih dingin di bagian Pasifik timur (kecuali di wilayah perairan yang lebih hangat di lepas pantai barat Amerika Tengah). Namun, gelombang atmosfer ini kadang-kadang dapat muncul kembali pada amplitudo rendah di atas Atlantik tropis dan muncul dengan amplitudo yang lebih tinggi saat kembali ke Samudra Hindia.

Fase basah akibat peningkatan konveksi dan curah hujan diikuti oleh fase kering di mana aktivitas badai petir ditekan. Setiap siklus penuh konveksi ini berlangsung sekitar 30–60 hari. Karena polanya yang teratur secara periodik seperti ini, osilasi Madden–Julian juga populer dikenal dalam dunia meteorologi sebagai osilasi 30 - 60 hari, gelombang 30 - 60 hari, atau osilasi intramusiman.

Delapan fase geografis (Indeks Wheeler-Hendon)

Untuk memantau pergerakan MJO secara global, para ilmuwan menggunakan indeks khusus yang membagi posisi pusat konveksi aktif (fase basah) MJO ke dalam 8 fase wilayah geografis di sepanjang garis khatulistiwa:


Dampak cuaca ekstrem di Indonesia

Sebagai wilayah kepulauan luas yang berada tepat di jalur Fase 4 dan Fase 5, Indonesia sangat dipengaruhi oleh pergerakan MJO. Ketika gangguan atmosfer MJO berada dalam fase aktif di atas Indonesia, uap air dalam jumlah raksasa akan terangkat ke atmosfer, memicu pertumbuhan awan Kumulonimbus yang masif.

Kondisi ini meningkatkan risiko cuaca ekstrem secara signifikan, berupa hujan lebat yang bertahan berhari-hari disertai angin kencang, yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, tanah longsor, dan gelombang tinggi. Sebaliknya, ketika MJO berada pada fase konveksi tertekan (fase kering) di atas wilayah Indonesia, cuaca akan menjadi sangat terik dan curah hujan menurun drastis di bawah normal.

Lihat pula

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29573653 (2026-08-13T22:26:29Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.