Warna sekunder
Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari campuran dua warna primer.
Warna Cat (RYB)
| biru | (●) | + | kuning | (●) | = | hijau | (●) | ||
| biru | (●) | + | merah | (●) | = | ungu | (●) | ||
| kuning | (●) | + | merah | (●) | = | jingga/oranye | (●) | ||
Warna Cahaya (RGB)
| merah | (●) | + | hijau | (●) | = | kuning | (●) | ||
| merah | (●) | + | biru | (●) | = | patma | (●) | ||
| hijau | (●) | + | biru | (●) | = | nilangsuka | (●) | ||
Pada prinsipnya teori untuk pigmen seharusnya bisa diterapkan untuk warna cat juga. Namun, cat yang mula-mula dipakai, pencampurannya dilakukan jauh sebelum adanya ilmu pengetahuan warna modern, dan karena pigmen yang tersedia pada masa itu juga terbatas. Khususnya warna pigmen cyan dan magenta alami sulit didapat, oleh karena itu dipakai warna biru dan merah. Dengan demikian sampai saat ini secara luas diajarkan bahwa merah, kuning dan biru adalah warna primer sedangkan jingga/orange, hijau dan ungu adalah warna sekunder.
Lihat juga
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27202129 (2025-04-28T06:03:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.