Lompat ke isi

Batu mulia

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 03.21 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29175697; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Batu mulia merupakan bahan alam berbentuk mineral atau batuan yang memiliki nilai keindahan, kelangkaan, serta tingkat kekerasan tertentu, sehingga dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam pembuatan perhiasan dan benda bernilai estetis lainnya. Batu mulia terbentuk melalui proses geologis alami yang berlangsung dalam jangka waktu sangat lama, mulai dari jutaan hingga ratusan juta tahun, akibat tekanan, suhu tinggi, serta reaksi kimia di dalam lapisan bumi.

Perbedaan jenis batu mulia ditentukan oleh berbagai faktor, antara lain warna, struktur kristal, tingkat kejernihan, bentuk, serta tingkat kekerasan yang umumnya diukur menggunakan skala Mohs. Pada awalnya, batu mulia banyak ditemukan secara alami di daerah aliran sungai dan pesisir pantai sebagai hasil pelapukan dan erosi batuan. Seiring meningkatnya nilai ekonomi dan kebutuhan pasar, eksplorasi batu mulia kemudian berkembang melalui kegiatan pertambangan yang lebih terstruktur.

Beberapa jenis batu mulia yang dikenal dan banyak digunakan antara lain akik, kecubung, intan, korundum (yang mencakup safir dan ruby), serta obsidian. Setelah melalui proses pemotongan dan pemolesan, batu mulia tersebut diolah menjadi permata yang memiliki nilai jual tinggi dan digunakan dalam berbagai produk perhiasan.

Perdagangan batu mulia telah berkembang sejak awal abad ke-17 dan mengalami pertumbuhan pesat seiring meningkatnya mobilitas global. Pada akhir abad ke-19, perdagangan batu mulia telah menjangkau hampir seluruh wilayah dunia dan menjadi bagian penting dalam industri perhiasan internasional, sekaligus berperan dalam kegiatan ekonomi, budaya, dan simbol status sosial masyarakat.

Konsep

Batu mulia adalah batu yang sifatnya dimuliakan. Jenis bahan yang termasuk dalam batu mulia adalah segala jenis bebatuan, mineral, dan bahan mentah dari alam yang memiliki keindahan dan ketahanan sebagai perhiasan setelah diolah dan diproses menjadi barang.

Pembentukan dan ciri-ciri

Pembentukan batu mulia memerlukan waktu ribuan hingga ratusan juta tahun. Batu mulia terbentuk sebagai hasil perpaduan dari tekanan , suhu dan kandungan mineral di dalam Bumi. Proses pembentukannya menghasilkan batu mulia dengan beragam warna. Ciri-ciri dari batu mulia diamati berdasarkan warna, bentuk dan tingkat kekerasan dari unsur mineral yang membentuknya.

Tingkat kekerasan

Tingkat kekerasan dari tiap jenis batu mulia sangat berbeda. Pengukuran tingkat kekerasan tiap jenis batu mulia dapat dilakukan dengan sederhana dengan menggigitnya. Apabila terdapat retakan atau pecahan akibat gigitan, maka batu yang digigit bukanlah batu mulia. Pengukuran tingkat kekerasan juga dapat dilakukan menggunakan peralatan canggih bernama jarum uji permata.

Unsur pembentuk

Batu mulia dapat terbuat dari bahan mineral dan bahan organik. Bebatuan yang terbuat dari bahan organik berasal dari hewan atau tumbuhan dan disebut sebagai batu mulia organik. Jenisnya antara lain adalah batu amber, mutiara dan cangkang.

Penemuan dan penambangan

Batu mulia pada awalnya hanya ditemukan dalam ukuran kerikil di sungai-sungai dan pantai-pantai. Penemuannya dalam beragam jenis warna. Perkembangan teknologi manusia membuat pertambangan batu mulia dapat dilakukan. Pertambangan batu mulia diadakan di daerah-daerah tertentu secara teratur. Penambangan diadakan oleh orang-orang Mesir Kuno di Semenanjung Sinai untuk batu pirus dan di Aswan untuk batu kecubung. Sementara itu, penduduk Mesir Kuno mengimpor batu lapis lazuli. Tempat asalnya di Badakhshan yang terletak di Afganistan.

Jenis

Akik

Akik merupakan jenis batu mulia yang ditemukan di pertambangan batu mulia manapun di dunia. Jumlahnya juga selalu banyak.

Batu kecubung

Batu kecubung adalah batu mulia yang ciri utamanya adalah berwarna ungu. Variasi warna ungu pada batu kecubung mulai dari ungu kemerahan hingga ungu muda. Bentuk batu kecubung ketika ditemukan di pertambangan adalah heksagonal dengan warna transparan. Tingkat kekerasannya adalah 7,0 Skala Mohs. Batu kecubung terbentuk dari silikon dioksida dengan massa jenis 2,60–2,65 gram tiap sentimeter kubik. Awalnya, batu kecubung dijadikan sebagai bahan pembuatan gelas anggur di Yunani karena kemampuannya dalam mencegah mabuk. Batu kecubung juga telah digunakan sebagai perhiasan sejak zaman Mesir Kuno. Penambangan batu kecubung terdapat di Indonesia, Brasil, Zambia, Amerika Serikat dan Uruguay.

Obsidian

Obsidian memiliki sifat kompak sehingga dapat dijadikan sebagai batu mulia khususnya yang berwarna terang.

Korundum

Korundum adalah jenis batu mulia yang terbuat dari mineral yang tersusun dari aluminium oksida. Namanya berasal dari bahasa Hindi yaitu kurund dan kuruvinda. Sistem kristal pada korundum adalah rombohedral. Korundum yang murni akan berwarna bening. Namun setelah pencampuran dengan mineral lain, warnanya akan berubah. Mirah delima dan safir merupakan batuan yang terbentuk sebagai pencampuran korundum dengan mineral lainnya.

Intan

Intan merupakan batu mulia yang terbuat dari karbon. Harga dari intan ditentukan oleh tingkat transparan dan kejernihan warna kuningnya. Tingkat kekerasannya adalah 10 Skala Mohs dan merupakan batu mulia dengan tingkat kekerasan yang tertinggi. Intan merupakan batu mulia yang dibuat menjadi perhiasan bernama berlian. Sekitar 80% intan yang ditemukan di pertambangan di seluruh dunia memiliki kualitas yang buruk. Hanya sekitar 20% saja yang dapat dibuat menjadi berlian. Sementara itu, harga berlian yang sangat mahal hanya pada intan yang berkualitas baik. Jumlahnya hanya sekitar 1–2% dari total intan di seluruh dunia. Intan yang berkualitas buruk kemudian dijadikan sebagai bubuk untuk keperluan industri produksi. Peralatan yang dibuat menggunakan intan berkualitas buruk antara lain gergaji, bor, pisau bedah, komponen elektronik dan komponen pesawat terbang.

Produk

Batu permata

Batu permata merupakan produk perhiasan yang dibuat melalui pengolahan dan pemolesan batu mulia. Jenis produk batu permata terbagi menjadi dua, yaitu batu permata mulia dan batu permata setengah mulia. Beberapa jenis batu permata mulia adalah mirah delima, zamrud, berlian dan safir. Tingkat kekerasannya mulai dari 7,5–10 skala Mohs. Harga jual dari batu permata mulia sangat tinggi. Sementara jenis batu permata setengah mulia adalah batu lapis lazuli, batu kecubung, batu giok, batu kuarsa, batu akik, batu bacan, batu kalimaya, batu kyanite dan batu labradorite.

Perdagangan

Pada awal abad ke-17 hingga akhir abad ke-19, perdagangan batu mulia telah mencapai Konstantinopel, India dan Afrika Selatan. Dari ketiga wilayah tersebut, batu mulia menyebar ke berbagai wilayah lainnya. Penetapan harga untuk batu mulia memperhatikan rentang warnanya. Harga batu mulia umumnya semakin mahal jika warnanya semakin pekat dan tajam. Harga batu mulia juga sebanding dengan tingkat kelangkaannya. Semakin langka suatu batu mulia, maka semakin berharga batu mulia tersebut dan semakin mahal harganya.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29175697 (2026-04-29T01:33:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.