Lompat ke isi

Fero

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 03.29 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28006088; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dalam kimia, kata sifat fero (Inggris: ferrous) mengindikasikan senyawa yang mengandung besi(II), yang berarti besi dalam keadaan oksidasi +2, kemungkinan sebagai kation divalen Fe2+. Kata ini berlawanan dengan kata "feri" (ferric) atau besi(III), yang berarti besi dalam keadaan oksidasi +3, sebagai kation trivalen Fe3+. Penggunaan ini sebagian besar telah digantikan oleh tata nama IUPAC, yang menyatakan keadaan oksidasi ditunjukkan dengan angka Romawi dalam tanda kurung, seperti besi(II) oksida untuk feroksida (FeO), besi(III) oksida untuk ferioksida (Fe2O3), dan besi(II,III) oksida untuk oksida yang mengandung kedua bentuk besi tersebut.


Di luar kimia, "fero" umumnya berarti "mengandung besi". Kata ini berasal dari kata Latin ' ("besi"). Contoh logam fero adalah baja dan besi kasar (dengan kandungan karbon beberapa persen) serta paduan besi dengan logam lain (seperti baja nirkarat). "Non-fero" digunakan untuk menggambarkan logam dan paduan yang tidak mengandung besi dalam jumlah yang cukup.

Istilah "fero" biasanya diterapkan hanya untuk logam dan paduan. Kata sifat ferugino (ferruginous) digunakan untuk merujuk pada zat nonlogam yang mengandung besi, seperti "air ferugino"; atau pada warna coklat jingga menyerupai karat.

Galeri

Lihat pula

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28006088 (2025-10-16T07:12:56Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.