Lompat ke isi

Pengeringan makanan

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 28 Agustus 2026 08.48 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28632313; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Pengeringan merupakan salah satu metode pengawetan makanan dengan cara memindahkan air dari makanan sehingga menghambat pertumbuhan bakteri. Pengeringan telah dipraktikan di seluruh dunia sejak zaman kuno untuk mengawetkan makanan. Praktik pengeringan paling awal yang diketahui adalah pengeringan yang dilakukan penghuni kawasan Timur Tengah dan Asia diperkirakan bertanggal tahun 12000 SM.

Tipe bahan pangan yang bisa dikeringkan

Berbagai makanan dapat diolah dengan cara dikeringkan. Misal prosciutto, bresaola, dan beef jerky yang termasuk makanan olahan dengan cara dikeringkan. Buah yang biasa dikeringkan misalnya plum, anggur (menjadi kismis), tin, dan kurma, dapat dimakan dalam kondisi kering atau direhidrasi kembali. Namun buah yang direhidrasi kondisinya tidak akan sama dengan buah segar, dan buah kering akan kehilangan berbagai nutrisi. Sayuran seperti bawang putih, bawang merah, bawang bombay, cabai, jamur, dan ganja dikeringkan untuk tujuan tertentu, seperti untuk meningkatkan kadar rasa. dan Makanan yang dikeringkan umum terdapat di dalam tas para penjelajah, personil militer, jagawana, dan profesi lainnya.

Hákarl merupakan produk ikan kering yang paling terkenal di Islandia.

Lihat pula

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28632313 (2025-11-27T05:57:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.