Acara sosial
Dalam psikologi sosial, peristiwa sosial didefinisikan secara tepat sebagai episode interaksi sosial yang ditandai oleh tujuan atau maksud tunggal dan berkelanjutan.
Konseptualisasi ini memandang peristiwa sosial sebagai unit interaksi sosial yang bersifat atomik. Misalnya, jika seorang ayah dan seorang anak sedang mewarnai, dan tujuan awal sang ayah adalah memberikan perhatian kepada putranya, tetapi kemudian beralih ke mengajar anak tersebut, sang ayah dapat mulai mengajari anak tersebut mewarnai di dalam garis. Episode berkelanjutan ini akan dianggap terbagi dalam dua peristiwa sosial yang berbeda, karena perubahan tujuan, sesuai dengan tujuan kegiatan tersebut.
Sebaliknya, dalam penggunaan abroader, istilah "acara sosial" dapat mencakup setiap pertemuan orang dengan alasan apa pun acara, aktivitas, atau berkumpulnya sekelompok orang untuk tujuan apa pun. Kata "peristiwa" dapat merujuk pada tindakan apa pun, dan menggambarkan berbagai macam aktivitas. Istilah terkait, seperti "acara khusus", juga sulit untuk didefinisikan.
Komunikasi antar peserta tidak selalu menjadi ciri khas suatu acara sosial. Misalnya, meskipun obrolan antar penonton merupakan bagian dari pertandingan sepak bola, hal itu bukanlah ciri khasnya.
Suatu peristiwa sosial dapat terjadi dalam peristiwa sosial yang lain, yang dalam penelitian sosiologi dapat dijelaskan dengan istilah “rekontekstualisasi”.
Dalam hiburan, bidang perencanaan dan pelaksanaan acara sosial disebut perencanaan acara atau manajemen acara.
Lihat pula
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27973642 (2025-10-15T14:47:09Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.