Lompat ke isi

Ksilenol jingga

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 29 Agustus 2026 03.33 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26764992; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Ksilenol jingga merupakan pereaksi kimia organik, yang paling umum digunakan sebagai garam tetranatrium sebagai indikator untuk titrasi logam. Bila digunakan untuk titrasi logam, zat ini akan tampak merah dalam titran dan berubah menjadi kuning setelah mencapai titik akhirnya. Secara historis, sediaan komersialnya terkenal tidak murni, terkadang hanya mengandung 20% ksilenol jingga, dan mengandung sejumlah besar semi-ksilenol jingga dan asam iminodiasetat. Kemurnian setinggi 90% kini tersedia.

Zat ini berpendar, dan memiliki eksitasi maksimum 440 & 570 nm dan emisi maksimum 610 nm.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26764992 (2025-01-07T13:25:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.