Tetrazolium klorida
Tetrazolium klorida lebih tepatnya 2,3,5-trifeniltetrazolium klorida) adalah senyawa amonium kuaterner dan bahan pewarna redoks.
Properti
Trifeniltetrazolium klorida adalah indikator redoks yang tidak berwarna dan larut dalam air. Perubahan warna terjadi selama reaksi redoks:
- Dalam keadaan teroksidasi (tetrazolium), indikator ini tidak berwarna.
- Dalam keadaan tereduksi (formazan), indikator ini berwarna merah. Absorbansi maksimumnya berada pada 492 nm.
Reaksi
2,3,5-trifeniltetrazolium klorida yang larut dalam air dan tidak berwarna direduksi menjadi zat warna merah yang tidak larut dalam air (1,3,5-trifenilformazana) dengan menerima dua elektron (e−) dan satu proton (H+). Reduksi terjadi melalui transfer elektron tunggal ganda (SET):
Kegunaan
Trifeniltetrazolium klorida, serta turunan analognya yakni 3-(1-naftil) (tetrazolium violet), tetrazolium biru, dan tetrazolium ungu, digunakan sebagai uji TTC untuk mendeteksi sel utuh (pewarnaan vital). Kation tetrazolium direduksi menjadi formazan oleh dehidrogenase rantai respirasi (terutama kompleks I).
Kation ini digunakan dalam histokimia untuk mengukur aktivitas dehidrogenase, mengukur kapasitas perkecambahan biji, dalam uji cepat untuk menentukan efikasi antibiotik dan disinfektan, untuk menentukan kualitas lumpur aktif, dan dalam kimia pangan sebagai indikator kandungan bakteri dalam susu.
Referensi
Pranala luar
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28635796 (2025-11-28T02:31:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.