Lompat ke isi

Penerbit pemangsa

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 23 Agustus 2026 13.27 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29344839; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Penerbit pemangsa atau penerbit predator adalah model bisnis penerbitan akademis yang mengenakan biaya penerbitan tulisan kepada penulis dan tidak memeriksa mutu dan keabsahan dari tulisan yang terkandung di dalamnya. Hal ini berbeda dengan penerbit berkaliber yang memiliki dewan redaksi yang memeriksa artikelnya. Penerbit pemangsa pada dasarnya menipu akademisi agar mau menerbitkan di tempat mereka, walaupun beberapa penulis mungkin tahu bahwa penerbitnya memang punya reputasi buruk. Para cendekiawan dari negara berkembang lebih berisiko untuk tertipu oleh praktik penerbitan pemangsa.

Daftar Beall, sebuah laporan yang secara berkala diperbaharui oleh Jeffrey Beall dari Universitas Colorado hingga Januari 2017, menetapkan kriteria untuk menggolongkan suatu penerbit sebagai pemangsa. Daftar ini tidak lagi diterbitkan secara daring pada Januari 2017. Penerbit akademis Frontiers Media meminta agar universitas menyelidiki alasan penutupan ini, tetapi penyelidikan tersebut tidak membuahkan hasil. Sesudah itu, upaya-upaya lain untuk mengenali penerbitan pemangsa telah bermunculan, contohnya adalah daftar hitam Cabell.

Ciri-ciri

Ciri-ciri penerbit pemangsa adalah:

  • Menerima artikel dengan segera dengan sedikit atau tanpa peninjauan sejawat atau pengendalian mutu, termasuk artikel dengan isi yang jelas-jelas salah atau tidak masuk akal.
  • Mengenakan biaya setelah menerima penerbitan.
  • Secara agresif meminta orang untuk mengirim artikel atau menjadi penyunting.
  • Memasukkan nama orang sebagai anggota dewan penyunting tanpa seizin mereka, atau tidak mengizinkan seseorang mundur dari dewan penyunting.
  • Mengangkat akademisi palsu sebagai anggota dewan penyunting.
  • Meniru nama atau gaya situs jurnal terkenal.
  • Membuat klaim yang menyesatkan mengenai proses penerbitannya, seperti lokasi yang salah.
  • Menggunakan ISSN dengan tidak benar.
  • Memiliki faktor dampak palsu
  • Sesumbar bahwa jurnal ini sudah "didaftarkan" oleh situs jejaring sosial akademik seperti ResearchGate atau sudah memiliki ISSN atau DOI untuk menimbulkan kesan bahwa penerbit tersebut adalah penerbit ternama.

Sebab dan dampak

Akar permasalahan dari budaya eksploitatif ini adalah penulis dihadapkan dengan model bisnis biaya pengolahan artikel, jadi dalam hal ini penulis harus mengeluarkan biaya dalam menerbitkan tulisannya. Model bisnis seperti ini memberikan insentif bagi penerbit untuk fokus pada jumlah artikel yang diterbitkan, alih-alih kualitasnya. Sebagian besar penerbit pemangsa terlihat berlokasi di Asia dan Afrika, tetapi salah satu studi menyatakan bahwa sebagian penulis yang menerbitkan tulisannya di sana berasal dari "negara dengan pendapatan tinggi atau menengah".

Peneliti muda rentan akan praktik penerbit pemangsa, karena mereka menghadapi tekanan agar secepatnya menerbitkan hasil penelitiannya. Selain itu, minimnya informasi terkait budaya eksploitatif ini menjadikan mereka lebih mudah untuk terjerumus ke dalam penerbit pemangsa.

Catatan kaki

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29344839 (2026-06-14T07:12:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.