Singa laut jepang
adalah mamalia air yang diduga telah punah pada tahun 1970-an.
Hingga 2003, singa laut jepang dianggap sebagai salah satu upaspesies dari singa laut California dengan nama Zalophus californianus japonicus. Tetapi, kemudian direklasifikasi sebagai spesies yang berbeda. Beberapa ahli taksonomi masih menganggapnya sebagai upaspesies dari singa laut California. Hal ini telah dibantah bahwa Z. japonicus, Z. californianus, dan Z. wollenbaeki adalah spesies yang berbeda karena wilayah habitat mereka berjauhan dan perbedaan perilaku.
Habitat mereka di Laut Jepang, terutama di wilayah pesisir Kepulauan Jepang dan Semenanjung Korea. Mereka umumnya tumbuh di pantai berpasir yang terbuka dan datar, tetapi kadang-kadang di daerah berbatu.
Saat ini beberapa spesimen taksidermi dapat ditemukan di Jepang dan Pusat Biodiversitas Naturalis, Leiden, Belanda, yang dibeli oleh Philipp Franz von Siebold. British Museum memiliki spesimen satu kulit dan empat tengkorak.
Deskripsi fisik
Singa laut jepang jantan berwarna abu-abu gelap dengan berat sekitar 450 hingga 560 kg, mencapai panjang 2,3 hingga 2,5 m; lebih besar daripada singa laut California jantan. Betina jauh lebih kecil dengan panjang 1,6 m dan berwarna lebih terang daripada jantan.
Habitat
Singa laut jepang ditemukan terutama di Laut Jepang sepanjang wilayah pesisir Semenanjung Korea, daratan Kepulauan Jepang (kedua sisi Samudera Pasifik dan Laut Jepang), Kepulauan Kuril, dan selatan ujung Semenanjung Kamchatka .
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 24246807 (2023-09-16T11:23:02Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.