Lompat ke isi

Uranium heksaklorida

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 30 Agustus 2026 03.26 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25289935; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Uranium heksaklorida () adalah sebuah senyawa kimia anorganik dari uranium dalam keadaan oksidasi +6. merupakan halida logam yang terdiri dari uranium dan klorin. Senyawa ini adalah padatan kristalin hijau tua multi-luminesen dengan tekanan uap antara 1-3 mmHg pada suhu 373,15 K. stabil dalam vakum, udara kering, nitrogen, dan helium pada suhu kamar. Ia larut dalam karbon tetraklorida (). Dibandingkan dengan uranium halida lainnya, hanya sedikit yang diketahui mengenai .

Struktur dan ikatan

Uranium heksaklorida memiliki geometri oktahedral, dengan grup titik Oh. Kisi senyawa ini (dimensi: 10,95 ± 0,02 Å × 6,03 ± 0,01 Å) berbentuk heksagonal dengan tiga molekul per sel; ikatan U–Cl teoretis rata-rata adalah 2,472 Å (panjang U–Cl eksperimental yang ditemukan melalui difraksi sinar-X adalah 2,42 Å), dan jarak antara dua atom klorin yang berdekatan adalah 3,65 Å.

Sifat kimia

Uranium heksaklorida adalah senyawa yang sangat higroskopis dan mudah terurai ketika terpapar pada kondisi atmosfer biasa. Oleh karena itu, senyawa ini harus ditangani dalam alat vakum atau dalam kotak kering.

Dekomposisi termal

stabil hingga suhu antara 120 °C dan 150 °C. Dekomposisi  menghasilkan transisi fase padat dari satu bentuk kristal  ke bentuk lain yang lebih stabil. Namun, penguraian gas  menghasilkan . Energi aktivasi untuk reaksi ini adalah sekitar 40 kcal per mol.

Kelarutan

bukanlah senyawa yang sangat mudah larut. Senyawa ini larut dalam  untuk menghasilkan larutan berwarna cokelat. Ia sedikit larut dalam isobutil bromida dan fluorokarbon ().


Reaksi dengan hidrogen fluorida

Ketika direaksikan dengan hidrogen fluorida (HF) cair anhidrat yang dimurnikan pada suhu kamar, ia akan menghasilkan uranium pentafluorida.

Sintesis

Uranium heksaklorida dapat disintesis dari reaksi antara uranium trioksida () dengan campuran cair dan klorin () panas. Hasil dapat ditingkatkan jika reaksi dilakukan dengan adanya . diubah menjadi , yang kemudian bereaksi dengan berlebih membentuk . Dibutuhkan sejumlah besar panas agar reaksi ini dapat berlangsung; kisaran suhu mulai dari 65 °C hingga 170 °C, tergantung pada jumlah reaktan (suhu ideal 100 °C - 125 °C). Reaksi ini dilakukan dalam bejana kedap gas tertutup (misalnya kotak sarung tangan) yang dapat menahan tekanan yang terbentuk.

Langkah 1:

Langkah 2:

Reaksi keseluruhan:

Heksahalida logam ini juga dapat disintesis dengan mengembuskan gas ke yang disublimasikan pada suhu 350 °C.

Langkah 1:

Langkah 2:

Reaksi keseluruhan:

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25289935 (2024-02-10T01:12:04Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.