Lompat ke isi

Piggybacking (keamanan)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 24 Agustus 2026 13.54 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28839179; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dalam keamanan, Piggybacking (), mirip dengan mengekor (tailgating), mengacu pada saat seseorang ikut serta dengan orang lain yang berwenang untuk masuk ke area terlarang, atau melewati pos pemeriksaan tertentu. Hal tersebud dapat bersifat elektronik atau fisik. Tindakan itu mungkin legal atau ilegal, resmi atau tidak sah, tergantung pada keadaan. Namun, istilah tersebut lebih sering berkonotasi sebagai tindakan ilegal atau tidak sah.

Untuk menggambarkan tindakan orang yang tidak berwenang yang mengikuti seseorang ke area terlarang tanpa persetujuan dari orang yang berwenang, istilah tailgating juga digunakan. "Mengekor" menyiratkan tidak ada persetujuan (mirip dengan mobil membuntuti kendaraan lain di jalan), sedangkan "membonceng" biasanya menyiratkan persetujuan dari orang yang berwenang.

Membonceng menjadi perhatian publik terutama pada tahun 1999, ketika serangkaian kelemahan terungkap dalam keamanan bandara. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar agen rahasia yang mencoba melewati pos pemeriksaan, membawa barang terlarang di pesawat, atau naik pesawat tanpa tiket, berhasil. Piggybacking terungkap sebagai salah satu metode yang digunakan untuk memasuki area terlarang.

Metode

Elektronik

  • Seorang pengguna gagal untuk keluar dari komputer mereka dengan benar, memungkinkan pengguna yang tidak sah untuk "membonceng" pada sesi pengguna yang sah.

Fisik

Piggybacker memiliki berbagai metode untuk menembus keamanan. Ini mungkin termasuk:

  • Secara diam-diam mengikuti seseorang yang berwenang untuk memasuki suatu lokasi, memberikan kesan bahwa dia sedang dikawal secara sah.
  • Bergabung dengan kerumunan besar yang diizinkan masuk, dan berpura-pura menjadi anggota kerumunan yang sebagian besar tidak terkendali.
  • Menemukan orang yang berwenang yang mengabaikan hukum atau aturan fasilitas, atau tertipu untuk percaya bahwa piggybacker itu berwenang, dan dengan senang hati mengizinkan piggybacker untuk ikut serta.
  • Mengenakan kartu identifikasi palsu untuk bisa menyatu dengan lingkungan
  • Masuk melalui pintu alternatif seperti pintu belakang atau samping, seperti yang biasa ada di area parkir

Membonceng dapat dianggap sebagai salah satu bentuk rekayasa sosial yang lebih sederhana.

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28839179 (2026-01-15T17:48:07Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.