Lompat ke isi

Peluang (matematika)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 25 Agustus 2026 03.30 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29273989; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Peluang, kebolehjadian, atau probabilitas () adalah cara untuk mengungkapkan pengetahuan atau kepercayaan bahwa suatu kejadian akan berlaku atau telah terjadi. Konsep ini telah dirumuskan dengan lebih ketat dalam matematika, dan kemudian digunakan secara lebih luas dalam tidak hanya dalam matematika atau statistika, tetapi juga keuangan, sains dan filsafat


Konsep Peluang

Probabilitas suatu kejadian adalah angka yang menunjukkan kemungkinan terjadinya suatu kejadian. Nilainya di antara 0 dan 1. Kejadian yang mempunyai nilai probabilitas 1 adalah kejadian yang pasti terjadi atau sesuatu yang telah terjadi. Misalnya matahari yang masih terbit di timur sampai sekarang. Sedangkan suatu kejadian yang mempunyai nilai probabilitas 0 adalah kejadian yang mustahil atau tidak mungkin terjadi. Misalnya sepasang kambing melahirkan seekor sapi.

Probabilitas/peluang suatu kejadian A terjadi dilambangkan dengan notasi P(A), p(A), atau Pr(A).

Peluang Komplemen

Misalkan A adalah suatu kejadian pada semesta, sehingga P (A) adalah peluang dari kejadian A, maka komplemen A adalah kejadian selain dari kejadian A yang ada di semesta atau Ac dapat disebut juga kejadian komplemen (pelengkap) A.

Probabilitas/Peluang [bukan A] atau komplemen A besarnya adalah 1-P(A). Sebagai contoh, peluang untuk tidak munculnya mata dadu enam bila sebuah dadu bersisi enam digulirkan adalah 116=56

Kejadian saling bebas

Kejadian saling bebas antara kejadian A dan B akan terjadi jika kejadian A tidak memengaruhi kejadian B dan sebaliknya.

Dua kejadian A dan B dikatakan saling bebas apabila

P(AB)=P(A)P(B).

atau

P(AB)=P(A)P(B)P(A)=P(AB)P(B)=P(AB).

setaranya

P(AB)=P(A)P(B)P(B)=P(AB)P(A)=P(BA).

Kejadian majemuk dan bersyarat

Kejadian majemuk

Gabungan dua kejadian
P(AB)=P(A)+P(B)P(AB)
Kejadian saling lepas
P(AB)=P(A)+P(B)
Kejadian saling bebas
P(AB)=P(A)P(B)

Kejadian bersyarat

P(AB)=P(AB)P(B) di mana P(B) ≠ 0
P(BA)=P(AB)P(A) di mana P(A) ≠ 0

Frekuensi harapan

Rumus frekuensi harapan sebagai berikut:

F(A)=n(A)P(A).
Contoh
  1. Dalam sebuah kotak terdapat 5 bola merah, 4 bola biru dan 3 bola hitam. Tiga bola diambil sekaligus dari dalam kotak secara acak. Berapakah peluang bahwa bola yang terambil adalah 2 bola merah dan 1 bola hitam?
Gagal mengurai (kesalahan sintaks): {\displaystyle P = {\frac{C^5_2 \, C^3_1}{C^{12}_3}} = {\frac \, {\frac{3!}{1! \, 2!}}}}} = {\frac{3}{22}}}
  1. Seorang pedagang telur memiliki 20 butir telur yang diletakkan di dalam peti. Karena kurang berhati-hati, 2 butir telur pecah. Jika 2 butir telur diambil secara acak. Berapa peluang terambilnya salah satu telur yang pecah?
Gagal mengurai (kesalahan sintaks): {\displaystyle P = {\frac{C^2_1 \, C^{18}_1}{C^{20}_2}} = {\frac \, {\frac{18!}{1! \, 17!}}}}} = {\frac{18}{95}} }
  1. Dalam sebuah keranjang terdapat 7 bola merah, 5 bola biru dan 8 bola hitam. Jika diambil 3 bola secara acak dengan syarat bola yang diambil dikembalikan lagi ke dalam keranjang, berapa peluang bahwa bola yang terambil secara berturut-turut berwarna merah, hitam dan biru?
P=720820520=7200
  1. Dalam sebuah kotak terdapat 5 bola merah, 6 bola hijau dan 4 bola kuning. Jika diambil 3 bola secara acak tanpa pengembalian, berapakah peluang bola yang terambil secara berturut-turut adalah merah, hijau, kuning?
P=515614413=491
  1. Dua buah dadu dilempar undi bersama satu kali. Berapakah peluang muncul jumlah kedua mata dadu 4 atau 7?
P(4)=362=336
P(7)=662=636
P(47)=P(4)+P(7)=336+636=14
  1. Satu set kartu dimainkan satu kali. Berapakah peluang muncul kartu bergambar?
P(Gambar)=1252=313
  1. Dua koin dilempar satu kali. Berapakah peluang muncul koin bergambar?
P(Gambar)=122=14
  1. Ada sekelompok terdiri dari 3 anak. Berapakah peluang muncul lebih dari satu anak laki-laki?
P(2L1P)=323=38
P(3L)=123=18
P(>1L)=P(2L1P)+P(3L)=38+18=12

Lihat pula

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29273989 (2026-05-26T06:51:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.