Lompat ke isi

Rumus Vieta

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 25 Agustus 2026 13.22 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 26187406; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dalam matematika, rumus Vieta atau teorema Vieta adalah sekumpulan rumus yang menghubungkan antara koefisien pada polinomial dengan hasil penjumlahan dan perkalian dari nilai akar-akarnya. Rumus ini dinamai dari François Viète (yang lebih sering dirujuk dengan nama latinnya, yaitu "Franciscus Vieta").

Rumus dasar

Misalkan n∈ℕ dan an≠0. Menurut teorema dasar aljabar, maka setiap polinomial yang berderajat n dengan koefisien bilangan riil P(x)=anxn+an−1xn−1+an−2xn−2+…+a1x+a0 dapat dinyatakan sebagai P(x)=an(x−x1)(x−x2)(x−x3)…(x−xn) dengan x1,x2,…,xn merupakan bilangan-bilangan kompleks yang tidak harus berbeda. Rumus-rumus Vieta menghubungkan koefisien polinomial dengan jumlahan dari hasil kali akar x1,x2,…,xn sebagai berikut: −an−1an=x1+x2+…+xn−1+xnan−2an=x1x2+x1x3+⋯+x1xn=+x2x3+x2x4+⋯+x2xn+⋯+xn−1xn=⋮(−1)na0an=x1x2x3⋅…⋅xn Dengan menggunakan notasi Sigma dan notasi Pi kapital, maka rumus-rumus Vieta dapat juga ditulis sebagai −an−1an=∑i=1nxian−2an=∑1≤i<j≤nxixj=∑1≤i1<i2≤n(∏j=12xij)−an−3an=∑1≤i<j<k≤nxixjxk=∑1≤i1<i2<i3≤n(∏j=13xij)⋮(−1)kan−kan=∑1≤i1<i2<…<ik≤n(∏j=1kxij)⋮(−1)na0an=∏j=1nxj Perhatikan bahwa i1 sampai dengan ik diurutkan dengan urutan naik agar menjamin setiap hasil kali dari k akar digunakan tepat satu kali.

Ruas kanan dari rumus Vieta disebut sebagai polinomial simetri elementer dalam n variabel.

Perumuman gelanggang

Rumus Vieta sering digunakan pada polinomial dengan koefisien pada suatu ranah integral R. Maka, hasil bagi aian akan termuat pada lapangan pecahan dari R (dan mungkin saja pada R itu sendiri, jika an merupakan elemen unit pada R) dan akarnya xi diambil pada perluasan lapangan yang tertutup secara aljabar. Biasanya, R merupakan gelanggang bilangan bulat, lapangan pecahannya merupakan lapangan bilangan rasional, dan lapangan yang ditutup secara aljabarnya merupakan lapangan bilangan kompleks.

Rumus-rumus Vieta sangatlah berguna, sebab rumus-rumus tersebut memberikan hubungan antar akar-akar dari suatu polinomial tanpa harus mencari nilai akar-akarnya.

Untuk polinomial atas gelanggang komutatif yang bukan merupakan ranah integral, rumus Vieta hanya berlaku ketika an bukan merupakan pembagi nol dan P(x) dapat difaktorkan menjadi an(x−x1)(x−x2)⋅…⋅(x−xn). Sebagai contoh, fungsi kuadrat P(x)=x2−1 memiliki empat akar dalam gelanggang bilangan bulat modulo 8, yaitu 1, 3, 5, dan 7. Rumus-rumus Vieta akan bernilai salah jika dipilih x1=1 dan x2=3, sebab P(x)≠(x−1)(x−3). Akan tetapi, P(x) dapat difaktorkan menjadi (x−1)(x−7) atau (x−3)(x−5), dan rumus-rumus Vieta akan berlaku apabila dipilih [x1x2]=[17] atau [x1x2]=[35].

Contoh

Rumus Vieta saat diterapkan pada polinomial kuadrat dan kubik:

Akar-akar x1 dan x2 dari polinomial kuadrat P(x)=ax2+bx+c akan memenuhi persamaan x1+x2=−bax1x2=ca

Persamaan pertama dapat digunakan untuk mencari nilai minimum (atau maksimum) dari fungsi P; lihat .

Akar-akar x1, x2 dan x3 dari polinomial kubik P(x)=ax3+bx2+cx+d akan memenuhi persamaan r1+r2+r3=−bar1r2+r1r3+r2r3=car1r2r3=−da

Bukti

Bukti langsung

Menurut teorema dasar aljabar, jika x1,x2,…,xn merupakan akar-akar dari polinomial P(x)=anxn+an−1xn−1+⋯+a1x+a0 maka P(x) dapat dinyatakan sebagai P(x)=an(x−x1)(x−x2)⋅…⋅(x−xn) Akibatnya, diperoleh persamaan anxn+an−1xn−1+⋯+a1x+a0=an(x−x1)(x−x2)⋅…⋅(x−xn) Rumus Vieta dapat dibuktikan dengan menjabarkan ekspresi di ruas kanan, dan membandingkan koefisien dari masing-masing pangkat dari x.

Secara formal, jika ekspresi (x−x1)(x−x2)⋅…⋅(x−xn) dijabarkan, maka terdapat tepat n pilihan biner pada setiap suku (ikutkan x atau −xi). Jika k pilihan digunakan untuk memilih x sebagai faktor pada suku hasil penjabarannya, maka sisa n−k faktor lainnya haruslah −xi. Akibatnya, suku yang diperoleh memiliki bentuk umum (−1)n−k(x1)b1(x2)b2⋅…⋅(rn)bnxk, dengan bi bernilai 0 atau 1, tergantung apakah ri menjadi bagian dari hasil kali atau tidak. Secara geometris, hal ini dapat diartikan sebagai simpul dari suatu hiperkubus. Pengelompokkan suku-suku yang sama berdasarkan derajat x nya akan menghasilkan polinomial simetris elementer dalam xi.

Induksi matematika

Rumus-rumus Vieta juga dapat dibuktikan menggunakan induksi sebagai berikut.

Hipotesis

Misalkan

  1. P(x) adalah polinomial berderajat n
  2. P(x) memiliki akar-akar kompleks {x1,x2,…,xn}
  3. P(x) memiliki koefisien kompleks {a0,a1,a2,…,an}, dengan an≠0

maka P(x)=anxn+an−1xn−1+…+a1x+a0=an(xn−(x1+x2+…+xn)xn−1+…+(−1)nx1x2⋅…⋅xn)

Kasus dasar (n = 2)

Menurut teorema dasar aljabar, maka diperoleh persamaan a2x2+a1x+a0=a2(x−x1)(x−x2) Dengan menggunakan sifat distributif, diperoleh a2x2+a1x+a0=a2(x−x1)(x−x2)=a2(x−x1x−x2x+x1x2)=a2(x−(x1+x2)x+x1x2) sehingga kasus dasar terbukti.

Langkah induksi

Diasumsikan hipotesisnya bernilai benar untuk suatu nilai n=k, dengan k≥2. Akan diperiksa kebenaran hipotesis untuk n=k+1. P(x)=an+1xn+1+anxn+an−1xn−1+…+a1x+a0 Berdasarkan teorema faktor, maka (x−xn+1) dapat difaktorkan dari P(x), dengan sisa bagi 0. Hal ini mengakibatkan P(x)=an+1xn+1+anxn+an−1xn−1+…+a1x+a0=an+1(xn+1+anan+1xn+an−1an+1xn−1+…+a1an+1x+a0an+1)=an+1(x−xn+1)⋅xn+1+anan+1xn+an−1an+1xn−1+…+a1an+1x+a0an+1x−xn+1=an+1(x−xn+1)(xn+cn−1xn−1+…+c1x+c0)=an+1(x−xn+1)(xn−(x1+x2+…+xn)xn−1+…+(−1)nx1x2⋅…⋅xn)=an+1(x(xn−(x1+x2+…+xn)xn−1+…+(−1)nx1x2⋅…⋅xn)=an+1−xn+1(xn−(x1+x2+…+xn)xn−1+…+(−1)nx1x2⋅…⋅xn))=an+1(xn+1−(x1+x2+…+xn+xn+1)xn+…+(−1)n+1x1x2⋅…⋅xnxn+1)

Kesimpulan

Oleh karena hipotesisnya bernilai benar untuk kasus n=k+1, maka hipotesisnya bernilai benar untuk sembarang n∈ℕ∖{1}. anxn+an−1xn−1+…+a1x+a0=an(xn−(x1+x2+…+xn)xn−1+…+(−1)nx1x2⋅…⋅xn) Dengan membagi kedua ruas dengan xn, maka kebenaran rumus-rumus Vieta terbukti.

Sejarah

Sesuai dengan namanya, rumus-rumus ini ditemukan oleh matematikawan asal Prancis abad ke-16 François Viète, untuk kasus akar positif.

Menurut pendapat matematikawan asal Inggris abad ke-18 Charles Hutton, seperti yang dikutip oleh Funkhouser, prinsip utama (tidak hanya untuk akar riil positif) pertama kali dipahami oleh matematikawan Prancis abad ke-17 Albert Girard:

...[Girard ialah] orang pertama yang memahami doktrin umum dari pembentukan koefisien pangkat dari jumlahan akar-akar beserta hasil kalinya. Dia adalah orang pertama yang menemukan aturan untuk menjumlahan perpangkatan akar-akar dari sembarang persamaan.

Lihat juga

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26187406 (2024-08-19T06:53:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.