Lompat ke isi

Derajat polinomial

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 25 Agustus 2026 14.04 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Derajat polinomial adalah derajat tertinggi dari monomialnya (istilah individual) dengan koefisien tidak nol. Istilah orde biasanya digunakan dalam penyebutan derajat. Misalnya, dalam polinomial 7x2y3+4x9, dapat dinyatakan sebagai 7x2y3+4x1y09x0y0, memiliki tiga suku. Suku pertama memiliki derajat 5 (jumlah dari eksponen 2 dan 3), suku kedua memiliki derajat 1, dan suku terakhir memiliki derajat 0. Oleh karena itu, polinomial ini memiliki derajat 5, yaitu tingkat tertinggi dari seluruh suku.

Untuk menentukan derajat polinomial yang tidak dalam bentuk standar (misalnya: (x+1)2(x1)2), yang pertama kali harus dilakukan adalah menjabarkan dan menggabungkan suku-suku sejenis. Sebagai contoh (x+1)2(x1)2=4x memiliki derajat 1.

Nama polinomial menurut derajat

Nama-nama berikut diberikan untuk polinomial sesuai derajatnya:[1][2][3]

  • Kasus khusus - nol
  • Derajat 0 - konstanta tidak nol [4]
  • Derajat 1 - linear
  • Derajat 2 - kuadratik
  • Derajat 3 - kubik
  • Derajat 4 - kuartik (atau bikuadratik jika semua suku memiliki derajat genap)
  • Derajat 5 - quintik
  • Derajat 6 - sekstik (heksik)
  • Derajat 7 - septik (heptik)

Untuk derajat yang lebih tinggi, terdapat nama-nama yang diusulkan,[5] namun jarang digunakan:

  • Derajat 8 – oktik
  • Derajat 9 – nonik
  • Derajat 10 – dekik

Contoh lain

  • Polinomial 35x+2x57x9 adalah polinomial nonik
  • Polinomial (y3)(2y+6)(4y21) polinomial kubik
  • Polinomial (3z8+z54z2+6)+(3z8+8z4+2z3+14z)Polinomial kuintik (as the z8 are cancelled out)

Perilaku dalam operasi polinomial

Penjumlahan

Jumlah atau selisih dari dua polinomial kurang dari atau sama dengan besar derajatnya.

deg(P+Q)max{deg(P),deg(Q)}.
deg(PQ)max{deg(P),deg(Q)}.
  • Derajat (x3+x)+(x2+1)=x3+x2+x+1 adalah 3. Perhatikan bahwa 3 ≤ maks {3, 2}
  • Derajat (x3+x)(x3+x2)=x2+x adalah 2. Perhatikan bahwa 2 ≤ maks {3, 3}

Perkalian skalar

Derajat perkalian polinomial dengan skalar bukan nol sama dengan derajat polinomialnya

deg(cP)=deg(P).
  • Derajat 2(x2+3x2)=2x2+6x4 adalah 2, seperti derajat x2+3x2.

Perkalian

Derajat dari perkalian dua polinomial pada bidang atau domain integral adalah jumlah dari derajatnya:

deg(PQ)=deg(P)+deg(Q).
  • Derajat (x3+x)(x2+1)=x5+2x3+x adalah 3 + 2 = 5.

Komposisi

Derajat dari komposisi dua polinomial non-konstanta P danQ pada bidang atau domain integral adalah perkalian dari derajatnya:

deg(PQ)=deg(P)deg(Q).
  • Jika P=(x3+x), Q=(x2+1), danPQ=P(x2+1)=(x2+1)3+(x2+1)=x6+3x4+4x2+2, dimana meiliki derajat 6.

Referensi

  1. Names of Polynomials. November 25, 1997.
  2. Mac Lane and Birkhoff (1999) define "linear", "quadratic", "cubic", "quartic", and "quintic". (p. 107)
  3. King (2009) defines "quadratic", "cubic", "quartic", "quintic", "sextic", "septic", and "octic".
  4. Shafarevich (2003) says of a polynomial of degree zero, f(x)=a_0 : "Such a polynomial is called a constant because if we substitute different values of x in it, we always obtain the same value a_0 ." (p. 23)
  5. James Cockle proposed the names "sexic", "septic", "octic", "nonic", and "decic" in 1851. (Mechanics Magazine, Vol. LV, p. 171)

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22870129 (2023-02-05T22:32:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.