Lompat ke isi

Pauline Hanson

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 25 Agustus 2026 17.37 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29618214; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Pauline Lee Hanson (née Seccombe, dulunya Zagorski; ) adalah seorang politikus Australia yang merupakan pendiri dan pemimpin Pauline Hanson's One Nation Party (PHON). Ia sekarang menjadi Senator mewakili Queensland dalam Parlemen Australia.

Pada bulan April dan Juli 2015, dia menjadi pembicara dalam aksi unjuk rasa anti Islam bersama Reclaim Australia.

Pandangan politik

Konflik Israel-Palestina

Hanson adalah seorang Zionis pendukung Israel dan menyatakan bahwa Australia harus berpihak kepada Israel. Ia juga mengecam pendukung Palestina karena mereka dinilai "melanggar nilai-nilai Australia" dan "menjijikan".

Kontroversi

Islamofobia

Pada 2017, Hanson memakai burkak ke sesi rapat Senat Australia sebagai bentuk menggalang dukungan untuk melarang pemakaian burkak dalam ranah umum dengan alasan "keamanan nasional". Tindakannya memancing amarah dari Partai Buruh Australia, Partai Hijau Australia dan Partai Liberal Australia. Sebagai tanggapan, Jaksa Agung Australia George Brandis yang ditugaskan untuk memberi pendapat atas keamanan nasional di Senat memberikan pidato "emosional" dan berkata bahwa tindakan Hanson adalah "tindakan yang menjijikan" dan menasehati Hanson untuk "untuk sangat berhati-hati terhadap pelanggaran yang mungkin Anda lakukan terhadap kepekaan agama warga Australia lainnya". Tanggapannya diberikan tepuk tangan meriah dari Buruh dan Hijau.

Pada September 2022, Hanson mengtwit bahwa Senator Partai Hijau Mehreen Faruqi harus "pergilah kembali ke Pakistan" setelah Faruqi dicecar karena twitnya yang diduga menghina Elizabeth II setelah ia meninggal. Faruqi kemudian menuntut Hanson ke pengadilan karena melanggar pasal 18C di UU Diskriminasi Ras 1975. Pada 1 November 2024, dilaporkan bahwa hakim Pengadilan Federal Australia Angus Stewart mengvonis bahwa twit Hanson terhadap Faruqi hanya sebuah "serangan pribadi yang marah", tidak berkaitan dengan isu yang diangkat oleh Faruqi sehingga dilabel sebagai "islamofobik atau anti-Muslim". Pengadilan memerintah Hanson untuk menghapus twit tersebut tetapi Hanson menyatakan bahwa ia akan menuntut uji banding.

Indonesia

Di sebuah sesi Senat Australia pada 2022, Pauline Hanson memberi kritikan kepada pemerintahan Australia dengan menyinggung Bali dengan menyatakan bahwa Bali penuh dengan tinja sapi karena sapi ternak berkeliaran sehingga menyebabkan turis Australia berlumuran dengan kotoran dan membawa wabah penyakit mulut dan kuku kembali ke Australia. Menteri Pertanian Murray Watt berkata bahwa pernyataan Hanson sangat mengecewakan tetapi pernyataan Hanson menuai kecaman keras dari pemerintah Indonesia dan pemerintahan daerah Bali dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno langsung membantah Hanson bahwa ia secara tegas untuk "jangan pernah menghina Bali, ikon dan jantung pariwisata Indonesia" dan mengolok pernyataan Hanson bahwa Bali "bukan negara" dan "silakan cek dulu di Google" sementara Gubernur Bali I Wayan Koster menyebut bahwa Hanson telah menyebarkan pernyataan bohong.

Dalam wawancara dengan News24, Hanson menyatakan bahwa ia memang setuju memandang Indonesia sebagai mitra strategis namun ketika ditanya siapa pemimpin Indonesia, Hanson gagal menyebutkan nama Prabowo Subianto dan menyatakan bahwa ia tidak perlu tahu siapakah nama perdana menteri Indonesia meskipun Indonesia sudah tidak memiliki perdana menteri. Ia bahkan menyatakan bahwa rakyat Australia juga tidak tahu siapakah nama pemimpin Indonesia. Menteri Pertanian Julie Collins setelah menjawab pertanyaan yang sama menyatakan bahwa Hanson seharusnya mengetahui hal seperti ini dan akan menyangkut terhadap kepemimpinannya.

Referensi

Bacaan tambahan

  • Pal Ahluwalia and Greg McCarthy, (1998) "'Political Correctness': Pauline Hanson and the Construction of Australian Identity." Australian Journal of Public Administration 57#3 (1998): 79–85.
  • Scott Balson (2000), Inside One Nation. The inside story on a people's party born to fail, Interactive Presentations, Mt Crosby News (Queensland),
  • Helen J Dodd (1997), Pauline. The Hanson Phenomenon, Boolarong Press, Moorooka (Queensland),
  • David Ettridge (2004), Consider Your Verdict, New Holland Publishers, Frenchs Forest (New South Wales)
  • Bligh Grant (ed.) (1997), Pauline Hanson. One Nation and Australian Politics, University of New England Press, Armidale (NSW),
  • Pauline Hanson; Tom Ravlic (2018), Pauline: In Her Own Words, Wilkinson Publishing, Melbourne (Victoria),
  • Pauline Hanson (2007), Untamed and Unashamed – Pauline Hanson's autobiography, Jo–Jo Publishing, Docklands (Victoria)
  • James Jupp (1998), 'Populism in the land of Oz,' in Meanjin, Vol.57, No.4, pp. 740–747
  • Margo Kingston (1999), Off the Rails. The Pauline Hanson Trip, Allen and Unwin, St Leonards (NSW)
  • Michael Leach, Geoffrey Stokes, Ian Ward (eds.) (2000), The Rise and Fall of One Nation, University of Queensland Press, St Lucia (Queensland)
  • George J Merritt (1997), Pauline Hanson. The Truth, St George Publications, Parkholme (South Australia),
  • John Pasquarelli (1998), The Pauline Hanson Story by the Man Who Knows, New Holland Publishers, Frenchs Forest (NSW),


Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29618214 (2026-08-23T00:48:24Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.