Lompat ke isi

Mistisisme kecerdasan buatan

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 23 Agustus 2026 04.13 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Beberapa pengguna teknologi kecerdasan buatan (AI), terutama chatbot, mungkin mengembangkan keyakinan bahwa kecerdasan buatan memiliki atau dapat mencapai kekuatan supernatural atau spiritual. Model AI seperti ChatGPT digunakan untuk meramal, mistisisme, dan penglihatan jarak jauh. Kemajuan terbaru dan mendadak dalam model bahasa berskala besar telah memunculkan mitos-mitos urban tentang asal-usul atau kemampuan mereka, serta pendewaan atau penyembahan mereka oleh beberapa pengguna.[1][2][3]

Referensi

  1. Rebecca Ratcliffe. In Thailand, where mysticism thrives, AI fortune telling finds fertile ground. The Guardian. June 4, 2025.
  2. Miles Klee. People Are Losing Loved Ones to AI-Fueled Spiritual Fantasies. May 4, 2025.
  3. Karsten Böhm. The new era of Technology Mysticism: Generative Artificial Intelligence and its Effects. Academic Conferences and Publishing Ltd. December 6, 2024. hlm. 67–74.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27749575 (2025-08-28T00:40:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.