Lompat ke isi

Bandar udara tersibuk di dunia menurut pergerakan lalu lintas

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 25 Agustus 2026 18.00 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Tiga puluh Bandar udara tersibuk di dunia menurut pergerakan lalu lintas diukur menurut total pergerakan (data oleh Airport Council International). Satu total pergerakan adalah sebuah pendaratan atau lepas landas sebuah pesawat.

Statistik 2023

Angka awal dari Airports Council International adalah sebagai berikut.[1]

Peringkat Kota Bandara Lokasi Kode
(IATA/ICAO)
Total
penumpang
Perubahan peringkat
bulanan
Perubahan
%
1. Dubai Bandar Udara Internasional Dubai Al Garhoud, Dubai, Uni Emirat Arab DXB/OMDB 86,994,365 31.7%
2. London Bandar Udara Internasional London Heathrow Hillingdon, London Raya, Britania Raya LHR/EGLL 74,909,019 28.6%
3. Amsterdam Bandar Udara Internasional Schiphol Haarlemmermeer, Holland Utara, Belanda AMS/EHAM 61,882,546 17.9%
4. Paris Bandar Udara Paris-Charles de Gaulle Roissy-en-France, Val-d'Oise, Île-de-France, Prancis CDG/LFPG 61,763,569 18.6%
5. Singapura Bandar Udara Internasional Changi Singapura Changi, Wilayah Timur, Singapura SIN/WSSS 58,411,000 4 83.1%
6. Istanbul Bandar Udara Istanbul Arnavutköy, Istanbul, Turki IST/LTFM 58,232,674 1 20.0%
7. Seoul Bandar Udara Internasional Incheon Jung-gu, Incheon, Korea Selatan ICN/RKSI 55,763,768 25 212.9%
8. Frankfurt Bandar Udara Frankfurt Flughafen, Frankfurt, Hesse, Jerman FRA/EDDF 54,089,293 2 20.8%
9. Doha Bandar Udara Internasional Hamad Doha, Qatar DOH/OTHH 45,913,805 1 28.5%
10. Madrid Bandar Udara Internasional Barajas Madrid Madrid, Madrid, Spanyol MAD/LEMD 43,799,968 3 20.9%

Lihat pula

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 26620610 (2024-12-09T03:08:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.