Lompat ke isi

Psikoinformatika

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 23 Agustus 2026 02.19 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27849430; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Psikoinformatika (psychoinformatics) merupakan sebuah bidang studi irisan antara psikologi dan ilmu informatika. Bidang studi ini menggambarkan, menjelaskan, dan meramalkan perilaku manusia dengan mengoptimalkan komputasi dan pemahaman tentang kognisi, data, dan komunikasi. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi, seperti kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin, serta eksperimentasi untuk menghasilkan, mengelola dan mengolah mahadata, merupakan kegiatan yang melekat pada psikoinformatika.

Psikoinformatika telah mengembangkan secara pesat metodologi penelitian psikologi. Kolaborasi psikologi dengan sains komputer dan sains data dalam psikoinformatika telah memperdalam pemahaman tentang kognisi, kepribadian, sikap, dan tingkah laku manusia dengan metode penambangan (mining), pemrosesan (processing), dan pemodelan (modelling) data yang lebih efisien dan efektif daripada metode konvensional psikologi selama ini, seperti kuesioner laporan diri. Data genetik, data neurosains, dan data sosial, dapat disintesis maupun dianalisis dengan cepat dan secara produktif dapat memberikan tilikan-tilikan (insights) baru mengenai realitas manusia dan lingkungannya. Psikoinformatika bukan hanya meningkatkan pemahaman tentang manusia melainkan juga, berbasiskan pemahaman itu, menghadirkan alat-alat intervensi yang dapat digunakan dalam pemberdayaan masyarakat secara semakin murah dan semakin tepat guna dari waktu ke waktu.

Terdapat sejumlah tantangan terhadap psikoinformatika. Tantangan teknis adalah bagaimana mengintegrasikan psikoinformatika dengan jejaring sosial yang mewabah, serta bagaimana memperoleh dan menghasilkan data yang bersih dan berkualitas. Tantangan substantif adalah bagaimana menggiatkan kolaborasi interdisiplin bahkan transdisiplin antara para ilmuwan psikologi dan ilmuwan komputer sehingga tidak terjebak pada ego sektoral masing-masing bidang ilmu. Tantangan etis dari psikoinformatika diantaranya adalah bagaimana mengelola privasi data.

Referensi

Sumber dan atribusi

Artikel ini diadaptasi dalam mode teks dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27849430 (2025-09-18T11:17:03Z). Gambar, media, infobox, templat navigasi, dan kategori sumber tidak diimpor ke Wiki Unissula. Atribusi dan lisensi mengikuti ketentuan Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA) pada sumber Wikipedia.