Lompat ke isi

Hilde Levi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 03.32 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28016362; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Hilde Levi (9 Mei 1909 – 26 Juli 2003) adalah seorang fisikawan Jerman-Denmark yang menjadi pelopor dalam penggunaan isotop radioaktif untuk biologi dan kedokteran. Karyanya mencakup teknik penanggalan radiokarbon dan autoradiografi. Di masa tuanya, ia beralih menjadi sejarawan sains dan menulis biografi George de Hevesy.

Kehidupan Awal

Hilde Levi lahir di Frankfurt, Jerman, pada 9 Mei 1909. Ia adalah putri dari Adolf Levi, direktur penjualan di sebuah perusahaan logam, dan Clara (née Reis), putri seorang pencetak. Hilde memiliki seorang kakak laki-laki bernama Edwin. Sejak kecil, ia menunjukkan bakat dalam musik dan belajar bermain piano. Setiap musim panas, ia sering menghadiri pertunjukan musik di rumah musim panas sepupunya di Bavaria, yang menampilkan musisi terkenal, seperti Elisabeth Schumann dan Richard Strauss.

Meskipun berlatar belakang Yahudi, keluarga Levi tidak menjalankan ajaran agama mereka dan tidak menjadi bagian dari komunitas Yahudi. Namun, saat ia bersekolah di Victoria School (sekarang Bettina School) di Frankfurt, agamanya tercatat sebagai Yahudi. Karena pendidikan agama diwajibkan, ia harus mengikuti kelas dengan seorang rabi setempat. Levi segera menolak aturan ini dan memberi tahu orang tuanya bahwa ia tidak ingin mengikuti pelajaran agama, hingga akhirnya ia menolak agama formal sepenuhnya.

Selama di sekolah menengah, Levi memutuskan untuk menjadi ilmuwan. Tahun terakhir studinya didedikasikan untuk proyek fisika tentang spektrum dan fotografi, yang menjadi bagian dari ujian akhir Oberreal Abiturium-nya. Ia adalah satu-satunya siswi di kelasnya yang mengambil jurusan fisika pada tahun tersebut. Setelah lulus pada April 1928, ayahnya mengirimnya ke Inggris selama enam bulan untuk belajar bahasa Inggris. Pada tahun 1929, ia memasuki Universitas München, di mana ia menghadiri kuliah yang diberikan oleh Arnold Sommerfeld. Untuk studi doktoralnya, ia diterima di Institut Kaiser Wilhelm untuk Kimia Fisika dan Elektrokimia di Berlin-Dahlem, tempat ia menulis tesis tentang spektrum halida logam alkali di bawah bimbingan Peter Pringsheim dan Fritz Haber.

Karier

Saat Levi meraih gelar doktor pada tahun 1934, Nazi telah berkuasa di Jerman dan melarang orang Yahudi menduduki posisi akademik. Berkat bantuan cabang Denmark dari International Federation of University Women, ia mendapatkan pekerjaan di Institut Niels Bohr di Universitas Kopenhagen.

Di Institut Niels Bohr, ia kerap menjalankan tugas-tugas administratif dan domestik, seperti menyajikan kopi dan memasak untuk kolega laki-lakinya, yang mana tugas yang saat itu dianggap hanya pantas dilakukan oleh perempuan. Meskipun pekerjaan ini dapat dilihat sebagai penghambat produktivitas ilmiahnya, Levi sendiri menganggapnya sebagai strategi untuk mendapatkan penerimaan di lingkungan akademik.

Di sana, ia bekerja sebagai asisten James Franck dan kemudian George de Hevesy, meneliti pemanfaatan isotop radioaktif dalam biologi. Namun, hidupnya kembali terancam ketika Nazi mulai menangkap orang Yahudi di Denmark pada September 1943. Levi melarikan diri ke Swedia dan bekerja di Institut Wenner-Gren untuk Biologi Eksperimental di Stockholm hingga Perang Dunia II berakhir.

Selain menghadapi hambatan gender, statusnya sebagai pengungsi Yahudi juga membentuk pendekatan Levi terhadap ilmu pengetahuan. Ketika rezim Nazi mengguncang dunia akademik pada 1930-an dan 1940-an, Levi terpaksa berpindah dari satu tempat ke tempat lain, bekerja sebagai asisten peneliti tanpa kesempatan untuk mengembangkan keahlian dalam satu disiplin tertentu. Namun, setelah mendapatkan dana penelitian sendiri pada 1950-an, ia tetap tertarik pada berbagai bidang ilmu, tidak terpaku pada satu spesialisasi seperti kebanyakan ilmuwan lainnya. Baginya, pendekatan lintas disiplin bukanlah suatu keterbatasan, melainkan sesuatu yang memperkaya hidupnya.

Kontribusi Ilmiah

Setelah perang, Levi kembali ke Denmark dan bekerja di Laboratorium Zoofisiologi Kopenhagen di bawah August Krogh. Pada tahun akademik 1947–48, ia pergi ke Amerika Serikat untuk belajar teknik penanggalan radiokarbon yang baru ditemukan oleh Willard Libby di Universitas Chicago. Ia juga mengembangkan teknik autoradiografi saat bekerja di bawah Komisi Energi Atom AS di Universitas Rochester.

Sekembalinya ke Denmark, Levi bekerja sama dengan Museum Nasional Denmark untuk mengembangkan peralatan penanggalan radiokarbon, yang diuji pada tahun 1951 untuk menentukan usia Grauballe Man, mumi manusia dari Zaman Besi. Ia juga membantu penelitian efek zat radiokontras thorotrast di Institut Finsen. Selain itu, Levi menjadi konsultan di Dewan Kesehatan Nasional Denmark dari tahun 1952 hingga 1970.

Masa Pensiun

Setelah perang berakhir, George de Hevesy memilih untuk tetap tinggal di Swedia, sementara Niels Bohr memutuskan untuk menghentikan penelitian biologinya di institut Niels Bohr dan kembali memusatkan perhatiannya pada bidang fisika. Levi menerima posisi di Laboratorium Zoofisiologi di Kopenhagen, di bawah bimbingan August Krogh, seorang penerima Penghargaan Nobel. Pada tahun akademik 1947–1948, ia menghabiskan waktu di Amerika Serikat sebagai Fellow di American Association of University Women. Selama berada di sana, ia mempelajari teknik baru penanggalan radiokarbon yang baru saja ditemukan oleh Willard Libby di Universitas Chicago. Levi mengembangkan teknik baru dalam bidang pencitraan ilmiah yang dikenal sebagai autoradiografi saat bekerja untuk Komisi Energi Atom Amerika Serikat di Universitas Rochester, New York. Teknik ini memungkinkan visualisasi distribusi zat radioaktif dalam jaringan biologis dan bahan lainnya, memberikan wawasan yang lebih mendalam bagi penelitian medis dan ilmiah.

Setelah kembali ke Denmark, ia bekerja sama dengan Museum Nasional Denmark di Kopenhagen untuk mengembangkan peralatan penanggalan radiokarbon. Pada tahun 1951, teknik ini diuji dengan menentukan usia Grauballe Man, sebuah mumi alami dari Zaman Besi yang ditemukan di rawa gambut di Denmark. Pengujian ini menjadi salah satu penerapan awal dari metode penanggalan radiokarbon dalam arkeologi, yang kemudian berkembang menjadi teknik standar dalam penelitian sejarah dan paleoantropologi.

Selain berkecimpung dalam bidang penanggalan radiokarbon, Levi juga berkontribusi dalam penelitian medis. Teknik autoradiografi yang dikembangkannya digunakan oleh Institut Finsen, sebuah lembaga riset medis terkemuka di Denmark, untuk menyelidiki efek dari thorotrast, sebuah agen radiokontras yang digunakan dalam pencitraan medis tetapi diketahui memiliki sifat radioaktif yang dapat membahayakan kesehatan pasien. Levi juga menjadi konsultan di Badan Kesehatan Nasional Denmark dari tahun 1952 hingga 1970.

Levi pensiun dari Laboratorium Zoofisiologi pada tahun 1979, tetapi tetap aktif di Arsip Niels Bohr, di mana ia mengumpulkan dokumen-dokumen terkait de Hevesy. Hasil dari pekerjaannya adalah sebuah biografi tentang Hevesy yang diterbitkan pada tahun 1985. Pada tahun yang sama, ia mengorganisir Pameran Seratus Tahun Niels Bohr di Balai Kota Kopenhagen. Pada tahun 2001, ia mendapatkan penghormatan dari Humboldt University of Berlin, bersama dengan mahasiswa lain yang diberhentikan pada tahun 1933. Levi meninggal di Kopenhagen pada 26 Juli 2003.

Daftar pustaka

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28016362 (2025-10-16T11:49:41Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.