Lompat ke isi

Garis serspan hidrogen

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 04.06 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Transisi spin-flip pada atom hidrogen
Garis serspan hidrogen
Panjang gelombang 21,106 cm (21 cm)
Frekuensi 1.420.405.751,77 Hz
Energi 5,9 × 10⁻⁶ eV
Jenis transisi Transisi hiperhalus (hyperfine) pada hidrogen netral
Simbol umum Garis 21 cm

Garis serspan hidrogen (juga disebut transisi hiperhalus hidrogen atau garis 21 cm) adalah garis spektral yang dihasilkan oleh transisi antara dua tingkat energi yang sangat dekat dalam keadaan dasar atom hidrogen. Transisi ini terjadi akibat perubahan relatif orientasi spin dari elektron dan proton dalam atom hidrogen.

Latar belakang fisika

Dalam keadaan dasar atom hidrogen, elektron dan proton masing-masing memiliki spin (momen sudut intrinsik). Ketika spin keduanya sejajar (keadaan lebih tinggi), energi total sedikit lebih tinggi dibanding ketika spin anti-sejajar (keadaan lebih rendah). Transisi dari keadaan spin sejajar ke anti-sejajar menghasilkan emisi foton dengan panjang gelombang ≈ 21,1 cm (frekuensi ≈ 1,42 GHz).[1]

Energi transisi ini sangat kecil (sekitar 5,9 μeV), namun karena atom hidrogen sangat melimpah di alam semesta, emisi pada panjang gelombang ini dapat terdeteksi secara luas.

Signifikansi astronomi

Garis serspan hidrogen sangat penting dalam radioastronomi, karena:

  • Mengungkap distribusi dan dinamika gas hidrogen netral (HI) dalam galaksi dan medium antargalaksi.
  • Digunakan untuk memetakan struktur Galaksi Bima Sakti dan galaksi lainnya.
  • Memungkinkan pengukuran rotasi galaksi dan mendukung bukti eksistensi materi gelap.

Deteksi garis ini membantu menyelidiki kondisi awal alam semesta, termasuk Epoch of Reionization dan struktur besar kosmos.[2]

Aplikasi

Garis ini digunakan oleh teleskop radio seperti:

Selain itu, garis 21 cm menjadi bagian penting dalam eksperimen kosmologi seperti EDGES (Experiment to Detect the Global EoR Signature).

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. G. B. Field. The Spin Temperature of Intergalactic Hydrogen. Astrophysical Journal. 1959. Vol. 129. hlm. 536. doi:10.1086/146653.
  2. J. R. Pritchard. 21-cm cosmology in the 21st century. Reports on Progress in Physics. 2012. Vol. 75 (8). hlm. 086901. doi:10.1088/0034-4885/75/8/086901.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27528850 (2025-07-12T01:21:13Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.