Basilisk Roko
Basilisk Roko adalah sebuah eksperimen pikiran yang menyatakan bahwa mungkin akan ada kecerdasan buatan super di masa depan yang meskipun bersifat baik, akan menghukum siapa pun yang mengetahui kemungkinan keberadaannya tetapi tidak turut langsung berkontribusi pada percepatan atau pengembangannya, dengan tujuan mendorong kemajuan tersebut. Gagasan ini bermula dari sebuah unggahan pada 2010 di papan perbincangan LessWrong, sebuah forum komunitas rasionalis di internet. Nama eksperimen pemikiran ini berasal dari nama pengunggahnya (Roko) dan basilisk, seekor makhluk mitos yang dipercaya mampu menghancurkan musuh hanya dengan tatapannya.
Eliezer Yudkowsky, salah seorang pendiri LessWrong, menganggapnya sebagai potensi bahaya informasi, dan melarang pembicaraan mengenai basilisk Roko di situs itu selama lima tahun. Laporan tentang pengguna yang panik kemudian dianggap berlebihan atau tidak berarti, dan teori itu sendiri banyak ditolak sebagai omong kosong—termasuk oleh Yudkowsky sendiri. Basilisk Roko kerap dijadikan contoh untuk menerangkan prinsip-prinsip seperti probabilitas Bayes dan agama implisit. Ia juga dipandang sebagai bentuk lain dari taruhan Pascal.
Latar belakang
Forum LessWrong dibuat pada tahun 2009 oleh teoris kecerdasan buatan Eliezer Yudkowsky. Yudkowsky pernah memopulerkan konsep kecerdasan buatan ramah serta mencetuskan teori kehendak terekstrapolasi koheren (CEV) dan teori keputusan tak bertimbal-balik (TDT) dalam makalah-makalah yang diterbitkan di lembaganya sendiri, Lembaga Penelitian Kecerdasan Mesin.
Nama eksperimen pikiran ini merujuk pada basilisk mitologis, yakni makhluk yang menyebabkan kematian bagi siapa saja yang menatap matanya. Konsep basilisk dalam fiksi ilmiah juga dipopulerkan oleh cerita pendek karya David Langford pada tahun 1988 yang berjudul "BLIT". Cerita tersebut mengisahkan tentang seorang pria bernama Robbo yang melukis sebuah "basilisk" di dinding sebagai tindakan terorisme. Dalam cerita tersebut dan beberapa karya kelanjutannya dari Langford, basilisk dipaparkan sebagai sebuah gambar yang memiliki dampak berbahaya bagi pikiran manusia, merangsang pemikiran yang tak mampu ditampung oleh otak manusia dan seketika membunuh orang yang melihatnya.
Referensi
Bacaan lanjutan
Pranala luar
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29543630 (2026-08-09T07:15:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.