Lompat ke isi

Unsur transuranium

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 13.24 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28461416; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Unsur transuranium, juga dikenal sebagai transuranium atau unsur transuranik, adalah unsur kimia yang memiliki nomor atom lebih besar dari 92, yang merupakan nomor atom uranium. Semua unsur ini tidak stabil dan meluruh secara radioaktif menjadi unsur lain. Dengan pengecualian neptunium dan plutonium (yang telah ditemukan dalam jumlah kecil di alam), mereka semua tidak terjadi secara alami di Bumi dan merupakan unsur sintetis.

Ikhtisar

Dari unsur-unsur dengan nomor atom 1 hingga 92, sebagian besar dapat ditemukan di alam, memiliki isotop stabil (seperti hidrogen) atau radioisotop yang berumur sangat panjang (seperti uranium), atau eksis sebagai produk peluruhan biasa dari peluruhan uranium dan torium. (seperti radon). Pengecualiannya adalah unsur 43, 61, 85, dan 87; keempatnya terjadi di alam, tetapi hanya dalam cabang yang sangat kecil dari rantai peluruhan uranium dan torium, sehingga semua kecuali unsur 87 pertama kali ditemukan melalui sintesis di laboratorium dan bukan di alam (dan bahkan unsur 87 ditemukan dari sampel induknya yang dimurnikan, tidak langsung dari alam).

Semua unsur dengan nomor atom lebih tinggi pertama kali ditemukan di laboratorium, dengan neptunium dan plutonium kemudian juga ditemukan di alam. Mereka semua bersifat radioaktif, dengan waktu paruh jauh lebih pendek dari usia Bumi, sehingga setiap atom primordial dari unsur-unsur ini, jika pernah hadir pada pembentukan Bumi, telah lama meluruh. Sejumlah kecil neptunium dan plutonium terbentuk di beberapa batuan kaya uranium, dan sejumlah kecil diproduksi selama uji coba senjata nuklir di atmosfer. Kedua unsur ini dihasilkan dari penangkapan neutron dalam bijih uranium dengan peluruhan beta berikutnya (misalnya 238U + n239U239Np239Pu).

Semua unsur yang lebih berat dari plutonium sepenuhnya sintetis; mereka dibuat di dalam reaktor nuklir atau akselerator partikel. Waktu paruh unsur-unsur ini menunjukkan penurunan seiring dengan bertambahnya nomor atom. Namun terdapat pengecualian, termasuk beberapa isotop kurium dan dubnium. Beberapa unsur yang lebih berat dalam deret ini, dengan nomor atom sekitar 110–114, diperkirakan mematahkan tren dan menunjukkan peningkatan stabilitas nuklir, yang terdiri dari pulau stabilitas teoretis.

Unsur transuranium berat sulit dan mahal untuk diproduksi, dan harganya meningkat pesat seiring dengan kenaikan nomor atom. Pada tahun 2008, harga plutonium tingkat senjata ialah sekitar AS$4.000/gram, dan kalifornium melebihi AS$60.000.000/gram. Einsteinium adalah unsur terberat yang telah diproduksi dalam jumlah makroskopis.

Unsur transuranium yang belum ditemukan, atau telah ditemukan tetapi belum diberi nama secara resmi, menggunakan nama unsur sistematik IUPAC. Penamaan unsur transuranium mungkin menjadi sumber kontroversi.

Penemuan dan penamaan unsur transuranium

Sejauh ini, pada dasarnya semua unsur transuranium telah ditemukan di empat laboratorium: Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley di Amerika Serikat (unsur 93–101, 106, dan kredit bersama untuk 103–105), Institut Bersama untuk Riset Nuklir di Rusia (unsur 102 dan 114–118, dan kredit bersama untuk 103–105), Pusat Penelitian Ion Berat GSI Helmholtz di Jerman (unsur 107–112), dan RIKEN di Jepang (unsur 113).

Unsur superberat

Unsur superberat (juga dikenal sebagai atom superberat) biasanya mengacu pada unsur transaktinida yang diawali dengan ruterfordium (nomor atom 104). Mereka hanya dibuat secara artifisial, dan saat ini tidak memiliki tujuan praktis karena waktu paruh mereka yang singkat menyebabkan mereka meluruh setelah waktu yang sangat singkat, mulai dari beberapa menit hingga hanya beberapa milidetik (kecuali untuk dubnium, yang memiliki waktu paruh lebih dari satu hari), yang juga membuat mereka sangat sulit untuk dipelajari.

Atom superberat semuanya telah diciptakan sejak paruh kedua abad ke-20, dan terus diciptakan selama abad ke-21 seiring dengan kemajuan teknologi. Mereka diciptakan melalui pemborbardiran unsur lain dalam akselerator partikel. Misalnya, fusi nuklir kalifornium-249 dan karbon-12 menghasilkan ruterfordium-261. Unsur-unsur ini dibuat dalam jumlah pada skala atom dan tidak ada metode penciptaan massal yang ditemukan.

Aplikasi

Unsur transuranium dapat digunakan untuk menyintesis unsur superberat lainnya. Unsur-unsur dalam pulau stabilitas memiliki aplikasi militer yang berpotensi penting, termasuk pengembangan senjata nuklir kompak. Aplikasi sehari-hari potensial sangatlah luas; unsur amerisium digunakan dalam perangkat seperti pendeteksi asap dan spektrometer.

Lihat pula

Catatan dan referensi

Catatan

Referensi

Bacaan lebih lanjut


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28461416 (2025-11-13T11:46:11Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.