Lompat ke isi

Akresi (astrofisika)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 14.13 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dalam astrofisika, istilah akresi digunakan untuk setidaknya dua proses yang berbeda.

Yang pertama dan paling umum adalah bertumbuhnya sebuah objek yang besar di mana gravitasi objek tersebut menarik lebih banyak materi, biasanya materi gas di piringan akresi.[1] Piringan akresi umum ada di sekitar bintang yang lebih kecil atau sisa-sisa bintang biner atau lubang hitam di pusat galaksi spiral.

Proses kedua adalah serupa dengan yang ada di salah satu ilmu atmosfer. Dalam teori nebula, akresi mengacu pada tabrakan dan menempelnya debu mikroskopis yang dingin dan partikel es elektrostatis, dalam cakram protoplanet dan sistem protoplanet raksasa gas, yang akhirnya menimbulkan planetisimal dan gravitasinya mengisap partikel kecil serta planetisimal lainnya.

Referensi

  1. Science with the VLTI. European Southern Observatory. 2008-08-08.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29081211 (2026-03-28T22:28:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.