Lompat ke isi

Lensa-mikro gravitasi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 14.15 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Contoh kurva cahaya dari peristiwa lensa-mikro gravitasi

Lensa-mikro gravitasi () adalah fenomena pembelokan cahaya oleh objek masif (seperti bintang, planet, atau lubang hitam) yang melintas di depan bintang latar dari sudut pandang pengamat di Bumi. Berbeda dengan lensa gravitasi biasa yang menghasilkan gambar ganda atau cincin Einstein, lensa-mikro tidak menghasilkan pemisahan sudut yang dapat dideteksi, melainkan perubahan kecerahan (magnifikasi) sementara dari sumber cahaya latar.

Teori dan dasar fisika

Fenomena ini merupakan prediksi dari teori relativitas umum Albert Einstein, dan pertama kali dianalisis secara kuantitatif oleh Bohdan Paczyński pada tahun 1986 untuk tujuan mendeteksi materi gelap dalam bentuk objek padat masif halo (Massive Compact Halo Objects atau MACHOs).[1]

Saat objek lensa melintas sejajar dengan garis pandang antara pengamat dan sumber cahaya latar, medan gravitasi objek tersebut membelokkan cahaya dari sumber. Hal ini menyebabkan pengamatan terhadap peningkatan kecerahan sumber selama beberapa hari hingga minggu, tergantung massa dan kecepatan objek lensa.

Aplikasi dalam astronomi

Lensa-mikro gravitasi telah menjadi metode penting dalam:

Proyek dan observatorium terkait

Beberapa proyek survei langit besar yang telah dan sedang memanfaatkan lensa-mikro gravitasi antara lain:

  • OGLE (Optical Gravitational Lensing Experiment)
  • MOA (Microlensing Observations in Astrophysics)
  • KMTNet (Korean Microlensing Telescope Network)
  • Roman Space Telescope (NASA, direncanakan meluncur 2027)

Keterbatasan

Metode lensa-mikro gravitasi memiliki beberapa keterbatasan:

  • Peristiwa lensa-mikro bersifat tidak berulang, sehingga pengamatan lanjutan sulit dilakukan.
  • Posisi spasial objek lensa hanya dapat ditentukan secara tidak langsung, melalui model cahaya (light curve).
  • Memerlukan pengamatan kontinu terhadap area padat bintang seperti Tonjolan galaksi.

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. Paczyński, B. (1986). "Gravitational microlensing by the galactic halo". *Astrophysical Journal*, 304:1–5. doi:10.1086/164140
  2. Gaudi, B. S. (2012). "Microlensing Surveys for Exoplanets". *Annual Review of Astronomy and Astrophysics*, 50:411–453. doi:10.1146/annurev-astro-081811-125518
  3. Wyrzykowski, Ł., et al. (2016). "Black Hole, Neutron Star and White Dwarf Candidates from Microlensing with OGLE-III". *Monthly Notices of the Royal Astronomical Society*, 458(3):3012–3026. doi:10.1093/mnras/stw426

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27514768 (2025-07-09T00:51:47Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.