Lompat ke isi

Democracy Dies in Darkness

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 14.21 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

"Democracy Dies in Darkness" () adalah slogan resmi surat kabar asal Amerika Serikat, The Washington Post, yang diadopsi pada tahun 2017. Slogan ini diperkenalkan di situs web surat kabar tersebut pada tanggal 22 Februari 2017,[1] dan dimuat dalam bentuk cetak seminggu kemudian.[2] Setelah diumumkan, slogan tersebut menimbulkan reaksi yang signifikan – baik positif maupun negatif – dari organisasi berita lain dan berbagai figur media.

Sejarah

The Washington Post pertama kali meluncurkan slogan tersebut melalui Snapchat pada 17 Februari 2017, ketika Snapchat meluncurkan platform Snapchat Discover yang dimaksudkan untuk menjangkau pembaca dari kalangan anak muda, lalu menambahkannya ke situs webnya di bawah judul surat kabar. Shani George, Direktur Komunikasi surat kabar tersebut, mengatakan bahwa frasa tersebut telah digunakan secara internal di dalam perusahaan selama bertahun-tahun sebelum diadopsi secara resmi.[3]

Democracy Dies in Darkness” adalah slogan pertama yang secara resmi diadopsi oleh The Washington Post dalam 140 tahun sejarahnya.[4] Menurut surat kabar tersebut, frasa ini dipopulerkan oleh jurnalis investigasi Bob Woodward.[5] Woodward menggunakan frasa ini dalam sebuah artikel tahun 2007 yang mengkritik kerahasiaan pemerintah,[6] dan merujuk frasa ini dalam sebuah presentasi tahun 2015 pada sebuah konferensi saat ia berbicara tentang The Last of the President's Men, bukunya mengenai skandal Watergate. Woodward mengatakan bahwa ia tidak menciptakan frasa itu sendiri, melainkan mengaitkan frasa tersebut dengan keputusan hakim dalam kasus Amendemen Pertama, yang diyakini berasal dari Hakim Sirkuit . Pemilik surat kabar tersebut, Jeff Bezos, yang menghadiri presentasi Woodward pada tahun 2015, dan juga menggunakan frasa tersebut dalam sebuah wawancara pada bulan Mei 2016. Surat kabar ini mengatakan bahwa mereka memutuskan untuk mengadopsi slogan resmi pada awal tahun 2016. Hal ini memulai sebuah proses yang melibatkan sekelompok karyawan surat kabar untuk berkumpul dan mengembangkan ide untuk slogan. Kelompok ini akhirnya memilih “Democracy Dies in Darkness” setelah melalui proses curah pendapat dengan lebih dari 500 pilihan.[7]

Pada tahun 2019, slogan ini yang diluncurkan oleh The Washington Post muncul di akhir . Dinarasikan oleh Tom Hanks, dan iklan ini merupakan iklan Super Bowl pertama dari surat kabar tersebut.[8][9]

Penerimaan

Slogan tersebut menimbulkan reaksi di Internet setelah diumumkan.[10] Di Twitter, sejumlah penulis di organisasi media lain mengejek slogan tersebut, sementara organisasi berita menggambarkan slogan tersebut sebagai “mengagumkan”.[11] Majalah Slate mengatakan bahwa slogan tersebut terdengar “seperti slogan yang lebih cocok untuk nabi kiamat daripada surat kabar harian”, dan membandingkan slogan tersebut dengan judul-judul lima belas album heavy metal, dan mengatakan bahwa slogan-slogan tersebut “tidak terlalu kelam” dibandingkan dengan slogan The Washington Post.[12] Kamus Merriam-Webster mencatat adanya lonjakan pencarian kata "democracy" dalam kamus tersebut, setelah surat kabar tersebut menggunakan slogan tersebut.[13]

, editor eksekutif The New York Times, mengatakan bahwa slogan tersebut “terdengar seperti film Batman mendatang”,[14] sementara jurnalis menyebut slogan tersebut “cukup berat untuk sebuah moto surat kabar.”[15] Moto 'Democracy Dies in Broad Daylight” (Demokrasi Mati di Siang Bolong) dimaksudkan sebagai sindiran terhadap apa yang digambarkan oleh Ian Ward dari Politico sebagai “moto penting dari Washington Post, Democracy Dies in Darkness”.[16]

Referensi

  1. Trending: 'Democracy Dies In Darkness'. Merriam-Webster.
  2. Paul Farhi. The Washington Post's new slogan turns out to be an old saying. The Washington Post. 24 Februari 2017.
  3. John Bat. Washington Post sells itself to readership with new slogan. CBS News. 22 Februari 2017.
  4. Paul Farhi. The Washington Post's new slogan turns out to be an old saying. The Washington Post. 24 Februari 2017.
  5. John Bat. Washington Post sells itself to readership with new slogan. CBS News. 22 Februari 2017.
  6. Will Oremus. 15 Metal Albums Whose Titles Are Less Dark Than the Washington Post's New Motto. Slate. 22 Februari 2017.
  7. Paul Farhi. The Washington Post's new slogan turns out to be an old saying. The Washington Post. 24 Februari 2017.
  8. Trilby Beresford. Washington Post Debuts Super Bowl Ad Narrated by Tom Hanks: "Democracy Dies in Darkness". The Hollywood Reporter. 3 Februari 2019.
  9. Washington Post "Democracy Dies in Darkness". Ad Age. 26 Januari 2019.
  10. Rob Quinn. A Lot of People Are Poking Fun at the Ominous New Slogan of the 'Washington Post'. Newser. 23 Februari 2017.
  11. Tristan Lejeune. The Washington Post: 'Democracy dies in darkness'. The Hill. 22 Februari 2017.
  12. Will Oremus. 15 Metal Albums Whose Titles Are Less Dark Than the Washington Post's New Motto. Slate. 22 Februari 2017.
  13. Trending: 'Democracy Dies In Darkness'. Merriam-Webster.
  14. Nat Ives. 'Failing New York Times' Editor Psychoanalyzes Trump, Grades WaPo Slogan at SXSW. Ad Age. 12 Maret 2017.
  15. Jack Shafer. "Democracy Dies in Darkness" is kinda heavy-handed for a newspaper motto. 22 Februari 2017.
  16. Ward Ian. Ralph Nader Thinks People Aren't Paying Attention to His Progressive Agenda. Politico. 4 September 2022.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29536344 (2026-08-07T08:01:46Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.