Paparan radiasi
Paparan radiasi adalah ukuran ionisasi udara akibat radiasi pengion dari foton. Paparan ini didefinisikan sebagai muatan listrik yang dilepaskan oleh radiasi tersebut dalam volume udara tertentu, dibagi dengan massa udara tersebut.
Sejak 2007, "paparan radiasi medis" didefinisikan oleh International Commission on Radiological Protection sebagai paparan yang dialami seseorang sebagai bagian dari diagnosis atau perawatan medis maupun gigi; oleh orang lain yang bukan pekerja radiasi, tetapi secara sadar dan sukarela membantu kenyamanan pasien; serta oleh sukarelawan dalam program penelitian biomedis yang melibatkan paparan radiasi. Tes dan perawatan medis umum yang melibatkan radiasi antara lain sinar-X, CT scan, mammografi, pemindaian ventilasi dan perfusi paru, pemindaian tulang, pemindaian perfusi jantung, angiografi, terapi radiasi, dan lainnya. Setiap jenis tes memiliki tingkat paparan radiasi yang berbeda. Secara umum terdapat dua kategori efek kesehatan merugikan akibat paparan radiasi: efek deterministik dan efek stokastik. Efek deterministik (reaksi jaringan yang merugikan) terjadi akibat kematian atau gangguan fungsi sel setelah dosis tinggi; sedangkan efek stokastik mencakup perkembangan kanker pada individu yang terpapar akibat mutasi sel somatik, atau penyakit turunan pada keturunannya akibat mutasi sel reproduktif (germ cell).
Dosis terserap adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seberapa besar energi yang diserap suatu bahan akibat radiasi. Pengukuran umum untuk dosis terserap meliputi rad, atau radiation absorbed dose, dan gray (Gy). Dosis ekuivalen menghitung dampak radiasi terhadap jaringan manusia. Hal ini dilakukan dengan menggunakan faktor pembobotan jaringan, yang mempertimbangkan perbedaan sensitivitas tiap jaringan tubuh terhadap radiasi. Dosis efektif adalah risiko radiasi yang dirata-ratakan pada seluruh tubuh. Radiasi pengion diketahui dapat menyebabkan kanker pada manusia. Pengetahuan ini berasal dari Life Span Study, yang meneliti para penyintas pengeboman atom di Jepang pada Perang Dunia II. Lebih dari 100.000 orang diteliti selama 50 tahun. Satu dari sepuluh kasus kanker yang muncul selama periode tersebut disebabkan oleh radiasi. Studi ini menunjukkan adanya respons dosis linear untuk semua tumor padat. Artinya, hubungan antara dosis dan respons tubuh manusia berbentuk garis lurus.
Risiko radiasi dosis rendah dalam pencitraan medis belum terbukti. Sulit untuk menetapkan risiko akibat radiasi dosis rendah. Hal ini sebagian disebabkan oleh adanya karsinogen lain di lingkungan, termasuk rokok, bahan kimia, dan polutan. Pemindaian CT kepala umum memiliki dosis efektif sebesar 2 mSv. Jumlah ini sebanding dengan paparan radiasi latar yang dialami seseorang dalam 1 tahun. Radiasi latar berasal dari bahan radioaktif alami dan radiasi kosmik dari luar angkasa. Embrio dan janin dianggap sangat sensitif terhadap paparan radiasi. Komplikasi akibat paparan radiasi meliputi malformasi organ dalam, penurunan IQ, dan pembentukan kanker. Satuan SI untuk paparan adalah coulomb per kilogram (C/kg), yang sebagian besar telah menggantikan roentgen (R). Satu roentgen setara dengan ; satu coulomb per kilogram setara dengan 3876 roentgen.
Referensi
Bacaan lebih lanjut
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29498385 (2026-07-27T13:07:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.