Lompat ke isi

Gempa tsunami

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 17.22 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 27617485; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dalam seismologi, Gempa tsunami adalah gempa bumi yang memicu tsunami dengan kekuatan yang jauh lebih besar, sebagaimana diukur oleh gelombang seismik berperiode pendek. Istilah ini diperkenalkan oleh seismolog Jepang Hiroo Kanamori pada tahun 1972. Peristiwa semacam itu merupakan hasil dari kecepatan patahan yang relatif lambat. Peristiwa ini sangat berbahaya karena tsunami besar dapat tiba di garis pantai tanpa peringatan atau dengan peringatan dini.

Beberapa peristiwa gempa tsunami tercatat terjadi tanpa guncangan gempa yang kuat, atau bahkan tidak ada getaran yang dirasakan, seperti peristiwa Gempa bumi dan tsunami Pangandaran 2006 atau Gempa bumi dan tsunami Jawa Timur 1994, dan Gempa bumi dan tsunami Kepulauan Mentawai 2010.

Karakteristik

Ciri khas gempa tsunami adalah pelepasan energi seismik terjadi dalam periode panjang (frekuensi rendah) relatif terhadap gempa tsunamigenik biasa. Gempa jenis ini umumnya tidak menunjukkan puncak aktivitas gelombang seismik yang terkait dengan kejadian biasa. Gempa tsunami dapat didefinisikan sebagai gempa bawah laut yang magnitudo gelombang permukaan


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27617485 (2025-07-31T00:36:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.