Lompat ke isi

Titik panas (geologi)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 17.32 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28463129; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Di geologi, tempat-tempat yang biasa disebut titik panas atau hotspot adalah area vulkanik yang dihasilkan dari mantel yang secara anomali lebih panas dibanding mantel di sekitarnya. Hotspot bisa berada dekat maupun jauh dari batas-batas tektonik lempeng. Saat ini, ada dua hipotesis yang menjelaskan asalnya. Pertama, adalah akibat plume-plume dari mantel yang naik sebagai diapir termal dari batas antara inti bumi dan mantel bumi. Alternatif lain adalah bahwa bukanlah temperatur yang tinggi yang menyebabkan vulkanisme ini, tetapi ekstensi litosfer yang menyebabkan peningkatan pasif intrusi dari kedalaman dangkal. Hipotesis ini mempertimbangkan istilah "hotspot" sebagai istilah yang tidak tepat, menegaskan bahwa sumber mantel di bawah mereka adalah, faktanya, sama sekali tidak anomali panasnya. Contoh hotspot terkenal adalah Hawaii dan Yellowstone.

Lokasi hotspot yang diketahui di dunia adalah sebagai berikut:


Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28463129 (2025-11-13T14:00:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.