Lompat ke isi

Gempa Mars

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 18.01 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Gempa mars adalah gempa yang terjadi di planet Mars. Seperti di Bumi, gempa di planet Mars berupa guncangan pada permukaan atau kerak Mars yang diakibatkan oleh pelepasan energi secara tiba-tiba di bagian dalam planet. Sebagaimana gempa di Bumi, gempa di Planet Mars juga disebabkan aktivitas lempeng tektonik. Gempa ini mungkin juga berasal dari titik panas vulkanik seperti Olympus Mons atau Tharsis Montes. Deteksi dan analisis gempa Mars bisa menjadi informasi penting untuk menyelidiki struktur bagian dalam Mars, serta mengidentifikasi keaktifan gunung berapi atau aktivitas vulkanik di planet Mars.

Gempa telah diamati dan didokumentasikan dengan baik di Bulan, dan terdapat bukti adanya gempa masa lalu di Venus. Namun, gempa Mars tidak diamati secara pasti hingga tahun 2019.[1] Terdapat bukti kuat bahwa Mars di masa lalu lebih aktif secara seismik, dengan strip magnetik yang jelas terlihat di sebagian besar wilayah Mars selatan. Garis-garis magnetik di Bumi sering kali merupakan tanda dari suatu wilayah dengan kerak yang sangat tipis yang membelah dan menyebar, membentuk daratan baru di celah-celah yang memisah secara perlahan; seperti Punggung tengah Atlantik. Namun, tidak ada kisaran punggung semacam ini yang ditemukan dengan jelas di Mars. Hal ini menunjukkan bahwa gempa di mars mungkin saja disebabkan aktivitas non-seismik.

Sistem ngarai sepanjang 4.000 km (2.500 mil), Valles Marineris, diperkirakan merupakan sisa dari sesar geser Mars kuno.[2] Namun, meskipun patahan ini mungkin dulunya aktif, hingga saat ini tidak diketahui apakah patahan ini masih aktif atau telah "terkunci" di tempatnya.

Upaya penelitian

Upaya pertama untuk mendeteksi aktivitas seismik di Mars adalah melalui program Viking pada tahun 1975, meskipun pendarat dioperasikan selama beberapa tahun, seismometer yang dipasang di atas wahana pendarat tidak dapat mendeteksi aktivitas seismik yang jelas, karena angin bertiup terlalu kencang di Mars.[3] Kemungkinan juga terdapat gempa Mars yang gagal dideteksi oleh seismograf misi ini.[4] Perangkat Viking 2 mengumpulkan data selama 2.100 jam (89 hari) data yang berasal lebih dari 560 sol waktu jelajah modul pendarat.[5] Sebelumnya, wahana pendarat dalam program Viking 1 gagal mengirimkan data apa pun karena terjadi masalah saat mengaktifkan seismometer.[6] Saat sol 80 misi Viking 2, sebuah guncangan tercatat di seismograf. Namun, tidak ada data kecepatan angin, sehingga sukar untuk memastikan apakah guncangan itu disebabkan angin atau bukan.[7]

Upaya terakhir penelitan gempa Mars adalah misi InSight yang diprakarsai NASA. Wahana pendarat InSight Mars, diluncurkan pada bulan Mei 2018, dan mendarat di Mars pada 26 November 2018. Wahana ini menggunakan seismometer yang disebut Seismic Experiment for Interior Structure (SEIS) yang mulai bekerja pada 19 Desember 2018 untuk mendeteksi gempa mars dan menganalisis struktur interior Mars. Seandainya tidak ada peristiwa seismik yang terdeteksi, seismometer ini diharapkan cukup sensitif untuk mendeteksi kemungkinan beberapa lusin meteor yang menyebabkan ledakan udara serta dampak meteorit di atmosfer Mars setiap tahunnya.[8] Wahana ini juga akan menyelidiki bagaimana kerak dan mantel Mars merespons dampak meteorit, yang memberikan petunjuk tentang struktur bagian dalam planet.[9][10][11]

Pranala luar

Referensi

  1. Tony Greicius. NASA’s InSight Detects Two Sizable Quakes on Mars. NASA. 2021-04-01.
  2. A. Yin. Structural analysis of the Valles Marineris fault zone: Possible evidence for large-scale strike-slip faulting on Mars. Lithosphere. 4 June 2012. Vol. 4 (4). hlm. 286–330. doi:10.1130/L192.1.
  3. Tony Greicius. 'Marsquakes' Could Shake Up Planetary Science. NASA. 28 March 2018.
  4. Ralph D. Lorenz. Viking-2 Seismometer Measurements on Mars: PDS Data Archive and Meteorological Applications. Earth and Space Science. November 2017. Vol. 4 (11). hlm. 681–688. doi:10.1002/2017EA000306.
  5. Ralph D. Lorenz. Viking Seismometer Record: Data Restoration and Dust Devil Search. 44th Lunar and Planetary Science Conference (2013). 2013. hlm. 1178.
  6. Ralph D. Lorenz. Viking Seismometer Record: Data Restoration and Dust Devil Search. 44th Lunar and Planetary Science Conference (2013). 2013. hlm. 1178.
  7. Ralph D. Lorenz. Viking Seismometer Record: Data Restoration and Dust Devil Search. 44th Lunar and Planetary Science Conference (2013). 2013. hlm. 1178.
  8. J. Stevanović. Bolide Airbursts as a Seismic Source for the 2018 Mars InSight Mission. Space Science Reviews. 9 January 2017. Vol. 211 (1–4). hlm. 525–545. doi:10.1007/s11214-016-0327-3.
  9. NASA and French Space Agency Sign Agreement for Mars Mission. NASA. 10 February 2014.
  10. Rebecca Boyle. Listening to meteorites hitting Mars will tell us what's inside. New Scientist. 4 June 2015.
  11. Sunil Kumar. Design and development of a silicon micro-seismometer. Imperial College London. 1 September 2006. Salinan arsip.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 27744448 (2025-08-27T00:50:51Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.