Lompat ke isi

Celah suara

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 18.04 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Arytenoid cartilage

Celah suara, lubang lekum atau glotis[1] adalah bukaan yang terletak di antara pita suara[2] (rima glottidis).[3] Celah suara sangatlah penting dalam perannya menghasilkan bunyi dari pita suara.

Fungsi

Begitu pita suara bergetar, getaran yang diakibatkannya menghasilkan sifat "mendengung" pada tuturan, yang disebut suara, penyuaraan, atau pengucapan.

Penghasilan bunyi yang melibatkan penggerakan pita suara agar lebih berdekatan dapat disebut glotal atau bunyi celah-suara saja.[4] Bahasa Indonesia mempunyai geseran celah-suara nirsuara yang dieja "h". Bunyi ini dihasilkan dengan mempertahankan agak lebar pita suara, sehingga menghasilkan aliran udara yang tak bergejolak melalui celah suara.[5] Di bahasa Indonesia, fonem sering kali beralofon ke letupan celah-suara di akhir kata, misal anak, adik, dan tidak. Namun, di beberapa bahasa, bunyi ini bersifat fonemik (pembedaannya kentara dengan fonem lain).

Pemain didgeridoo yang terampil biasanya membatasi bukaan celah suara mereka agar dapat menghasilkan berbagai macam warna nada.[6]

Getaran yang dihasilkan merupakan unsur mendasar dari konsonan bersuara dan juga vokal. Jika pita suara ditarik terpisah, udara yang mengalir di antaranya tidak akan menimbulkan getaran, seperti pada penghasilan konsonan nirsuara.[7]

Celah suara juga berperan penting dalam tindakan Manuver Valsava.

Gambar tambahan

Pranala luar

Referensi

  1. Dari bahasa Yunani Kuno γλωττίς (glōttís), diturunkan dari γλῶττα (glôtta), ragam bentuk dari γλῶσσα (glôssa, "lidah").
  2. Ladefoged, Peter. 2006. A course in Phonetics. UCLA.
  3. WebMD. Webster's New World Medical Dictionary. Houghton Mifflin Harcourt. 2009. hlm. 178. ISBN 978-0-544-18897-6.
  4. Bruce Hayes. Introductory Phonology. Wiley-Blackwell. 2009. ISBN 978-1-4051-8411-3.
  5. Bruce Hayes. Introductory Phonology. Wiley-Blackwell. 2009. ISBN 978-1-4051-8411-3.
  6. Alex Tarnopolsky. Acoustics: The vocal tract and the sound of a didgeridoo. Nature. 2005. Vol. 436 (7047). hlm. 39. doi:10.1038/43639a.
  7. Leslie De'Ath. Linguistics and Lyric Diction - A Personal Retrospective and a Selective Glossary. Journal of Singing. 2016. Vol. 72 (4). hlm. 465–474.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29464968 (2026-07-16T09:35:10Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.