Lompat ke isi

Retakan (geologi)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 18.09 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Dinamika dalam sebuah sistem retakan

Pada geologi, retakan adalah sebuah zona linear yang mana litosfer disana tertarik terpisah,[1][2] dan sebuah contoh dari tektonika ekstensional.[3] Salah satu ciri retakan umum adalah depresi kempot (downfaulted) sentral berbentuk garis (linerar), yang dikenal dengan nama graben, atau graben-setengah dengan pematahan umum dan penaikan pundak retakan (rift-flanks) biasanya pada satu sisi.[4] Pundak retakan itu sendiri adalah area meninggi disekitar retakan, biasanya memiliki lebar 70 km.[5] Retakan yang terbentuk diatas permukaan laut dapat membentuk lembah retakan, yang dapat terisi air, membentuk sebuah danau retakan (e.g. Lembah Celah Besar). Sumbu sebuah area retakan dapat mengandung batuan vulkanik, dan vulkanisme aktif adalah bagian dari, tetapi tidak semua sistem retakan. Biasanya peristiwa peretakan diiringi dengan orogeni, gempa bumi dan vulkanisme.[6][7] Kenaikan mantel membawa astenosfer yang lebih panas naik ke litosfer yang lebih dingin. Terkadang astenosfer tersebut keluar sebagai lava. Kenaikan ini diiringi dengan menipis dan merenggangnya litosfer.

Retakan besar terjadi disepanjang sumbu pusat kebanyakan punggungan tengah samudra, yang menjadi titik pembentukan kerak samudera dan litosfer baru di batas divergen di antara dua lempeng tektonik.

"Retakan gagal" adalah hasil dari peretakan benua yang gagal berlanjut hingga ke titik perpisahan. Biasanya perpindahan dari peretakan ke penyebaran menghasilkan sebuah triple junction yang mana tiga rekahan berbeda bertemu pad satu titik panas. Dua dari tiga retakan tersebut berkembang hingga ke titik penyebaran dasar laut, sementara yang satunya lagi gagal, menjadi sebuah aulakogen.

Referensi

  1. Rift valley: definition and geologic significance, Giacomo Corti, The Ethiopian Rift Valley
  2. Decompressional Melting During Extension of Continental Lithosphere, Jolante van Wijk, MantlePlumes.org
  3. Plate Tectonics: Lecture 2, Geology Department at University of Leicester
  4. M.R. Leeder. Continental Extensional Tectonics. 1987. Vol. 28. hlm. 139–152. ISBN 9780632016051.
  5. Paul F. Green. Post-breakup burial and exhumation of passive continental margins: Seven propositions to inform geodynamic models. Gondwana Research. 2018. Vol. 53. hlm. 58–81. doi:10.1016/j.gr.2017.03.007.
  6. http://www.mantleplumes.org/VM_DecompressMelt.html Decompressional Melting During Extension of Continental Lithosphere
  7. http://www.le.ac.uk/geology/art/gl209/lecture4/lecture4.html Plate Tectonics: Lecture 2

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28457657 (2025-11-13T10:02:21Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.