Lompat ke isi

Hemodinamika

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 22.40 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29298624; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Hemodinamik atau hemodinamika adalah dinamika dari aliran darah. Dalam sistem peredaran darah dikendalikan oleh mekanisme homeostatis, seperti halnya sirkuit hidraulis dikontrol oleh sistem kontrol. Hemodinamik respon secara terus menerus memonitor dan menyesuaikan dengan kondisi di dalam tubuh dan lingkungannya. Dengan demikian hemodinamik menjelaskan hukum-hukum fisika yang mengatur aliran darah dalam pembuluh darah.

Aliran darah memastikan transportasi nutrisi, hormon, limbah metabolis, O2 dan CO2 ke seluruh tubuh untuk menjaga metabolisme di tingkat sel, regulasi pH, tekanan osmotik dan suhu seluruh tubuh, dan perlindungan dari bahaya mikrob dan mekanik.

Darah adalah cairan non-Newtonian, yang lebih baik dipelajari menggunakan reologi daripada hidrodinamika. Pembuluh darah adalah tabung yang tidak kaku, jadi hidrodinamika klasik dan mekanika cairan yang didasarkan pada penggunaan alat ukur kekentalan klasik tidak mampu menjelaskan hemodinamik.

Studi aliran darah disebut hemodinamika. Mempelajari sifat-sifat aliran darah disebut hemorheology.

Darah

Darah adalah cairan kompleks. Darah terdiri dari plasma dan elemen penyusun. Plasma mengandung 91.5% air, 7% protein dan 1,5% zat terlarut lainnya. Unsur-unsur yang pembentuk darah yaitu trombosit, sel darah putih dan sel darah merah, kehadiran unsur-unsur ini dan interaksi mereka dengan molekul plasma adalah alasan utama mengapa darah berbeda jauh dari fluida Newtonian ideal.

Kekentalan plasma

Plasma darah normal berperilaku seperti Newtonian cairan fisiologis pada tingkat geser. Nilai-nilai khas untuk viskositas dari manusia normal plasma pada 37 °C adalah 1.4 mN·s/m2. viskositas plasma normal bervariasi dengan suhu dalam cara yang sama seperti halnya yang dari pelarut air; 5 °C kenaikan suhu dalam kisaran fisiologis mengurangi viskositas plasma sekitar 10%.

Catatan dan rujukan

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29298624 (2026-05-31T17:45:22Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.