Lompat ke isi

Suhu transisi

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 22.46 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 25370638; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Dalam kristalografi, suhu transisi adalah suhu di mana suatu bahan berubah dari satu kondisi kristal (alotrop) ke kondisi kristal lainnya. Secara lebih formal, suhu transisi adalah suhu di mana dua bentuk kristalin dari suatu zat dapat berkoeksistensi dalam kesetimbangan. Sebagai contoh, ketika belerang rombik dipanaskan di atas suhu 95,6 °C, ia berubah bentuk menjadi belerang monoklinik; ketika didinginkan di bawah suhu 95,6 °C, ia kembali menjadi belerang rombik. Pada suhu 95,6 °C kedua bentuk tersebut dapat berkoeksistensi. Contoh lainnya adalah timah, yang bertransisi dari kristal kubik di bawah suhu 13,2 °C menjadi kristal tetragonal di atas suhu tersebut.

Dalam kasus kristal feroelektrik atau feromagnetik, suhu transisi dapat dikenal sebagai suhu Curie.


Lihat pula

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25370638 (2024-02-26T16:28:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.