Lompat ke isi

Absorpsi (kimia)

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 23.06 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Penjerap laboratorium. 1a): CO 2 inlet; 1b): H 2 O inlet; 2): outlet 3): kolom absorpsi; 4): kemasan

Dalam ilmu kimia, absorpsi atau penyerapan[1] adalah fenomena fisika atau kimia atau suatu proses di mana atom, molekul atau ion memasuki fase ruah – bahan cair atau padat. Absorpsi (penyerapan) berbeda dengan adsorpsi (penjerapan), karena molekul-molekul yang mengalami absorpsi memasuki volume, tidak hanya di permukaan saja (seperti yang terjadi pada adsorpsi). Istilah yang lebih umum adalah sorpsi (pengerapan) (), yang meliputi absorpsi, adsorpsi, dan pertukaran ion. Absorpsi adalah suatu kondisi di mana sesuatu memasuki zat lain.[2]

Dalam banyak proses teknologi penting, absorpsi kimia digunakan untuk proses fisika, misalnya absorpsi karbon dioksida oleh natrium hidroksida – semacam proses asam-basa yang tidak mematuhi hukum partisi Nernst.

Beberapa contoh efek ini dapat dilihat pada artikel ekstraksi cair-cair. Adalah hal yang mungkin untuk mengekstraksi suatu zat terlarut (solut) dari sastu fase cair ke fase cair lainnya tanpa reaksi kimia. Contoh solut semacam ini adalah gas mulia dan osmium tetroksida.[3]

Proses absorpsi berarti bahwa zat menangkap dan memindahkan energi. Absorben mendistribusikan bahan yang ditangkapnya secara menyeluruh, sementara adsorben hanya mendistribusikannya di permukaan saja.

Proses gas atau cair yang menembus ke dalam badan adsorben secara umum dikenal sebagai absorpsi.[4]

Persamaan

Jika absorpsi adalah suatu proses fisika yang tidak berhubungan dengan proses fisika atau kimia, biasanya ia memenuhi hukum distribusi Nernst:

"perbandingan konsentrasi beberapa spesies zat terlarut dalam dua fase ruah yang saling kontak pada kesetimbangan adalah konstan untuk zat terlarut dan fase ruah terentu":
[x]1[x]2=constant=KN(x,12)

Nilai konstanta KN bergantung pada suhu dan disebut koefisien partisi.[5] Persamaan ini valid jika konsentrasi tidak terlalu besar dan jika spesies "x" tidak berubah bentuk dalam kedua fase. Jika molekul semacam ini mengalami asosiasi atau disosiasi, maka persamaan ini tetap dapat menjelaskan kesetimbangan antara "x" dalam kedua fase, tetapi hanya untuk bentuk yang sama – konsentrasi seluruh bentuk yang tersisa harus dikalkulasi dengan melibatkan kesetimbangan secara keseluruhan.[6]

Dalam kasus absorpsi gas, perhitungan konsentrasi dapat dilakukan dengan menggunakan, misalnya Hukum gas ideal, c = p/RT.[7] Cara lainnya, dapat digunakan tekanan parsial untuk menggantikan konsentrasi.

Jenis-jenis absorpsi

Absorpsi adalah suatu proses yang dapat berupa kimia (reaktif) maupun fisika (tak-reaktif).[8]

Absorpsi kimia

Absorpsi kimia atau absorpsi reaktif adalah reaksi kimia antara bahan yang diabsorpsi dan yang mengabsorbsi.[9] Kadang-kadang, ia merupakan kombinasi dengan absorpsi fisika. Absorpsi jenis ini bergantung pada stoikiometri reaksi dan konsentrasi reaktannya.[10]

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. John McMurry. Fundamentals of Organic Chemistry. Agnus McDonald. 2003. hlm. 409. ISBN 0-534-39573-2.
  3. John McMurry. Fundamentals of Organic Chemistry. Agnus McDonald. 2003. hlm. 409. ISBN 0-534-39573-2.
  4. Nasmi HS., Suteja, Syarif H. Pengantar Inhibitor Korosi Alami. Deepublish. 2021. hlm. 120. ISBN 9786230226618.
  5. Nasmi HS., Suteja, Syarif H. Pengantar Inhibitor Korosi Alami. Deepublish. 2021. hlm. 121. ISBN 9786230226618.
  6. John McMurry. Fundamentals of Organic Chemistry. Agnus McDonald. 2003. hlm. 409. ISBN 0-534-39573-2.
  7. Dasar-2 Fenomena Transport/3. Erlangga. 2002. hlm. 4. ISBN 9789797410193.
  8. Nasmi HS., Suteja, Syarif H. Pengantar Inhibitor Korosi Alami. Deepublish. 2021. hlm. 121. ISBN 9786230226618.
  9. Nasmi HS., Suteja, Syarif H. Pengantar Inhibitor Korosi Alami. Deepublish. 2021. hlm. 121. ISBN 9786230226618.
  10. Tiina Leiviskä. Characteristics and potential applications of coarse clay fractions from Puolanka, Finland. Central European Journal of Engineering. 10 April 2012. Vol. 2 (2). hlm. 239–247. doi:10.2478/s13531-011-0067-9.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28754271 (2025-12-29T11:37:05Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.