Lompat ke isi

Kertas bebas-kayu

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 26 Agustus 2026 23.07 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Kertas HVS

Kertas bebas-kayu (, ; HVS) merupakan kertas yang dibuat dari pulp kimia secara eksklusif, dan tidak menggunakan pulp mekanis.[1] Pulp kimia biasanya dibuat dari kayu pulp, tetapi tidak dianggap sebagai kayu karena sebagian besar zat lignin pada kayu pulp telah dihilangkan dan dipisahkan dari serat selulosa selama pemrosesan, sedangkan pada pulp mekanis sebagian besar komponen kayu masih dipertahan. Oleh karena itu, pulp mekanis masih dapat digambarkan sebagai kayu.[2][3][4] Kertas bebas kayu memiliki sifat tidak mudah menguning dibanding kertas yang mengandung pulp mekanis. Kertas bebas kayu menawarkan beberapa manfaat lingkungan dan ekonomi, termasuk pengurangan deforestasi, penurunan konsumsi energi, dan peningkatan pengelolaan limbah.[5][6] Istilah kertas bebas-kayu dapat membingungkan bagi seseorang yang tidak terbiasa dengan proses pembuatan kertas karena kertas biasanya terbuat dari bubur (pulp) kayu yang berasal dari pepohonan dan semak belukar. Di Indonesia, kertas bebas-kayu disebut dengan istilah berbahasa Belanda, houtvrij schrijfpapier atau biasa disingkat dengan HVS.[7]

Istilah "bebas-kayu" bukan berarti kertas yang dimaksud tidak terbuat dari pulp kayu, melainkan karena kertas tersebut telah kehilangan zat lignin pada serat kayunya melalui proses kimia. Paradoksnya, lignin adalah polimer kompleks yang mengandung gugus aromatik yang memberikan sebagian besar kekuatan pohon. Dalam bentuk aslinya, ia memberikan kekakuan dan ketahanan pada pohon, tetapi kehadirannya menyebabkan kertas melemah dan menguning seiring bertambahnya usia dan akhirnya hancur. Hal itu disebabkan oleh lignin yang melepaskan asam yang merusak kertas ketika umur kertas sudah menua.[8] Secara teknis, kayu merupakan material yang mengandung lignoselulosa dan memiliki jaringan xilem yang berasal dari semak dan kambium, kulit bagian dalam pohon terdiri dari ekstraktif, lignin, hemiselulosa dan selulosa.[9] Pulp terdiri dari kayu dan bahan lignoselulosa lainnya yang telah dipecah secara kimia dan fisik serta disaring dan dicampur dalam air untuk membentuk jaring.[10][11] Pembuatan pulp dengan cara menguraikan bahan secara kimia disebut pembuatan pulp kimia, sedangkan pembuatan pulp dengan cara menguraikannya secara mekanis disebut pembuatan pulp mekanis.

Lihat juga

Referensi

  1. Zhibin He. Impact of High-Yield Pulp Substitution on the Brightness Stability of Uncoated Wood-Free Paper. TAPPI Journal. 2010-04-01. Vol. 9 (3). hlm. 15–20. doi:10.32964/tj9.3.15.
  2. Pratima Bajpai. The Control of Microbiological Problems∗∗Some excerpts taken from Bajpai P (2012). Biotechnology for Pulp and Paper Processing with kind permission from Springer Science1Business Media. Pulp and Paper Industry. Elsevier. 2015. hlm. 103–195. doi:10.1016/b978-0-12-803409-5.00008-2. ISBN 9780128034095.
  3. Print lingo explained: Woodfree paper. Warners Midlands Plc. 2016-05-10.
  4. Peters Papers. Know your paper terms: Wood-free paper. Peters Papers. 2020-03-12.
  5. Ashraf Dewan. Floods in a Megacity. Springer Geography. 2013. doi:10.1007/978-94-007-5875-9. ISBN 978-94-007-5874-2.
  6. Pratima Bajpai. Brief Description of the Pulp and Papermaking Process. Biotechnology for Pulp and Paper Processing. Springer Singapore. 2018. hlm. 9–26. doi:10.1007/978-981-10-7853-8_2. ISBN 978-981-10-7852-1.
  7. S. Dian Andryanto. Arti HVS Pada Jenis Kertas, Tahukah Artinya?. Tempo. 2021-11-25.
  8. The Coniferous - Leading Paper Trading Company. theconiferous.com.
  9. Biermann, C. J. (1996). Handbook of pulping and papermaking. Elsevier.
  10. Biermann, C. J. (1996). Handbook of pulping and papermaking. Elsevier.
  11. J.C. Roberts, The Chemistry of Paper, 1st edn., Cambridge, 1996

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28450955 (2025-11-13T07:16:37Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Gambar pada artikel ini bersumber dari Wikimedia Commons dan mengikuti ketentuan lisensi masing-masing berkas. Mohon gunakan konten dan media secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.