Suhu transisi
Dalam kristalografi, suhu transisi adalah suhu di mana suatu bahan berubah dari satu kondisi kristal (alotrop) ke kondisi kristal lainnya.[1] Secara lebih formal, suhu transisi adalah suhu di mana dua bentuk kristalin dari suatu zat dapat berkoeksistensi dalam kesetimbangan. Sebagai contoh, ketika belerang rombik dipanaskan di atas suhu 95,6 °C, ia berubah bentuk menjadi belerang monoklinik; ketika didinginkan di bawah suhu 95,6 °C, ia kembali menjadi belerang rombik. Pada suhu 95,6 °C kedua bentuk tersebut dapat berkoeksistensi. Contoh lainnya adalah timah, yang bertransisi dari kristal kubik di bawah suhu 13,2 °C menjadi kristal tetragonal di atas suhu tersebut.
Dalam kasus kristal feroelektrik atau feromagnetik, suhu transisi dapat dikenal sebagai suhu Curie.
Lihat pula
Referensi
- ↑ John Daintith. A Dictionary of Chemistry. Oxford University Press. 2008. ISBN 9780199204632.
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25370638 (2024-02-26T16:28:52Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.