Lompat ke isi

Konstruktivisme feminis

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 03.40 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22953330; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Konstruktivisme feminis adalah teori hubungan internasional yang didasarkan pada teori konstruktivisme. Konstruktivisme feminis fokus mempelajari bagaimana ide-ide gender memengaruhi politik global.

Konstruktivisme adalah pendekatan epistemologis yang menyatakan bahwa konstruktivisme berasal dari teori bahwa manusia menciptakan pengetahuan dan makna melalui interaksi dunia dan pemikirannya. Para konstruktivis percaya bahwa kehidupan internasional bersifat sosial, terbentuk melalui interaksi manusia dengan satu sama lain (i.e., berbicara, mengikuti norma, membuat peraturan, dll.). Meski ada kesamaan, konstruktivis feminis melihat hubungan kekuasaan dari sudut pandang yang berbeda ketimbang konstruktivis tradisional. Kekuasaan dan gender dianggap sebagai "bagian tak terpisahkan dalam proses konstruksi," sementara t radisionalis percaya bahwa kekuasaan bersifat eksternal. Konstruktivis feminis berpendapat bahwa tidak adanya penelitian problematisasi dalam proses sosial konstruksi justru tidak konsisten "dengan ontologi eksistensi." Mereka juga meyakini bahwa perbedaan antara pria dan wanita, kecuali perbedaan anatomi, juga "dikonstruksi" karena sosialisasi dan kebiasaan budaya.

Lihat pula

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22953330 (2023-02-15T06:55:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.