Lompat ke isi

Objek Thorne–Żytkow

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 03.52 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29573119; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Objek Thorne–Żytkow (bahasa Inggris: Thorne–Żytkow Object, disingkat TŻO; TZO), juga dikenal sebagai bintang hibrida, adalah jenis bintang hipotesis di mana raksasa merah atau maharaksasa merah mengandung bintang neutron pada intinya, yang terbentuk dari tabrakan antara bintang raksasa dengan bintang neutron. Objek tersebut pertama kali dihipotesiskan oleh Kip Thorne dan Anna Żytkow (astrofisikawan berkebangsaan Polandia) pada tahun 1977.

Pada tahun 2014, ditemukan bahwa HV 2112 merupakan kandidat kuat sebagai objek Thorne–Żytkow. Namun setelah di observasi ulang, kandidat ini dipertanyakan.

Pembentukan

Ketika Thorne dan Żytkow melakukan simulasi komputer untuk mengetahui bagaimana pembentukan TŻO, mereka menemukan bahwa bintang neutron yang terlalu dekat dengan bintang pasangannya yang lebih besar, dapat menyebabkan kedua bintang tersebut akan bergabung dan bintang neutron akan hidup di dalam intinya.

Para astronom umumnya memiliki teori yang berbeda-beda tentang pembentukan TŻO, dan kebanyakan teorinya bergantung pada keadaan awalnya sebagai sistem biner:

Teori Leonard, Hills, Dewey, dan Rachel

Ketika bintang primer dalam sistem biner yang erat meledak sebagai supernova, arah perluasan ledakannya yang tidak simetris memungkinkan sisa-sisa intinya (yang berupa bintang neutron) terdorong dengan kuat dari tempat asalnya. Arah dorongannya kadang mengarah pada perisentrum bintang sekundernya. Karena dorongannya dengan kecepatan yang tinggi, bintang neutronnya akan terlalu dekat dengan bintang sekundernya sehingga ia akan dilahap menjadi intinya.

Teori Taam, Bodenheimer, dan Ostriker

Teori ini mirip seperti di atas, tetapi dengan asumsi bahwa sistem binernya tidak terganggu, maka akan terjadi evolusi dan penggabungan bertahap antara bintang sekunder dengan bintang neutron. Mereka memaparkan dua kemungkinan yang akan terjadi, yaitu antara bintang neutronnya memiliki pergerakan yang cukup untuk memasuki atmosfer bintang sekundernya ketika memulai pembakaran helium, atau bintang sekundernya berevolusi menjadi raksasa merah yang cukup untuk melahap bintang neutronnya.

Teori lain

Beberapa astronom lain juga mengusulkan tabrakan antara bintang neutron dengan bintang deret utama di dalam gugusan bintang.

Akhir dari TŻO

Para peneliti berpendapat bahwa TŻO cenderung berevolusi menjadi struktur masif berbentuk seperti piringan, tergantung dari ketidakstabilan gravitasi yang dibuatnya, dan seberapa banyak bintang yang diketahui intinya meng-akresi materinya. Bintang di intinya mungkin menjadi bintang neutron yang sedikit berputar, atau menjadi lubang hitam bintang. Jika yang keluar adalah bintang neutron yang sedikit berputar, maka ada kemungkinan ia akan dikelilingi oleh planemo.

Daftar kandidat

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29573119 (2026-08-13T18:20:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.