Lompat ke isi

Energi di Swiss

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 08.30 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28003636; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Sektor energi di Swiss mirip dengan negara-negara maju lainnya. Selain tenaga air dan biomassa, negara ini tidak memiliki banyak sumber energi di wilayahnya: minyak bumi, gas, dan bahan bakar nuklir diimpor dari luar negeri.

Strategi energi 2050

Pada 21 Mei 2017, rakyat Swiss menerima UU Energi baru yang menetapkan 'strategi energi 2050'. Tujuan dari strategi energi 2050 adalah:

UU Energi tahun 2006 melarang pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir baru di Swiss.

Ikhtisar

Energi terbarukan di Swiss

Pemerintah Swiss telah memasang target untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sebesar 20% pada tahun 2020 Sebagian besar energi yang dihasilkan di Swiss itu terbarukan, dan asalnya dari tenaga air dan biomassa. Namun, keduanya hanya menyumbang sekitar 15% dari total konsumsi energi keseluruhan karena 85% energi yang digunakan itu berasal dari sumber energi impor, sebagian besar dari bahan bakar fosil dan tenaga nuklir .

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28003636 (2025-10-16T06:00:25Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.