Lompat ke isi

Uji keaktifan

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 23 Agustus 2026 10.24 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Uji keaktifan (bahasa Inggris: liveness test), pemeriksaan keaktifan (liveness check), atau deteksi keaktifan (liveness detection) adalah metode otomatis untuk menentukan apakah suatu subjek adalah orang sungguhan atau bagian dari serangan spoofing. Teknik ini digunakan sebagai bagian dari pemeriksaan KYC (know your customer) dalam layanan keuangan[1] dan selama estimasi usia wajah.[2]

Deteksi keaktifan merupakan landasan keamanan digital.[3]

Proses pengujian

Ancaman dalam serangan spoofing wajah adalah bahwa "penyerang hanya perlu menemukan pustaka pertukaran wajah yang bagus di Github dan memahami cara menyuntikkan model tersebut ke dalam umpan kamera selama proses KYC". Penipu biasanya membeli identitas curian di web gelap untuk memulai serangan deepfake. Jaringan adversarial generatif (GAN) yang didukung AI kemudian dapat menghasilkan model pertukaran wajah yang gagal dideteksi oleh banyak layanan verifikasi daring.[4] Peretas tingkat rendah mungkin menggunakan aplikasi tukar wajah (face swap) seperti SwapFace, DeepFaceLive, dan Swapstream (peningkatan minat terhadap aplikasi tersebut terjadi pada tahun 2023 menurut Google Trends).[5]

Dalam uji keaktifan video, pengguna biasanya diminta untuk melihat ke kamera dan bergerak, tersenyum, atau berkedip, dan fitur wajah mereka yang bergerak kemudian dapat dibandingkan dengan gambar diam. Kecerdasan buatan digunakan untuk melawan serangan presentasi seperti deepfake atau pengguna yang mengenakan topeng hiperrealistis, atau serangan injeksi video.[6][7]

Bentuk lain dari uji keaktifan meliputi pemeriksaan denyut nadi saat menggunakan pemindai sidik jari[8] atau memeriksa bahwa suara seseorang bukanlah rekaman atau dihasilkan secara buatan selama pengenalan penutur.[9]

Adopsi dan sertifikasi

Dalam laporan tahun 2022 yang diterbitkan oleh firma keamanan Sensity, ditunjukkan bahwa uji keaktifan sebagian besar bank AS mudah dikelabui dengan teknik berbasis AI yang baru dan tersedia untuk umum. Banyak dari bank ini mengabaikan hasil laporan tersebut.[10][11] Pada paruh pertama tahun 2023, firma keamanan iProov mendeteksi peningkatan serangan tukar wajah sebesar 704%.[12] Pada tahun 2023, di Inggris, banyak pelanggan Ryanair merasa kesal karena harus melalui banyak pemeriksaan verifikasi identitas, termasuk uji keaktifan, sebelum naik ke pesawat, karena maskapai tersebut menggunakannya sebagai cara untuk mencegah pelanggan membeli tiket melalui situs web pihak ketiga.[13]

Pada paruh pertama tahun 2024, iBeta Quality Assurance mengeluarkan 18 sertifikat Deteksi Serangan Presentasi ISO/IEC 30107-3 yang baru, sehingga total kumulatif menjadi 85 sejak 2018.[14]

Pada Januari 2024, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) membuka pendaftaran bagi vendor untuk menguji Uji Keaktifan mereka. Penipuan identitas memuncak selama karantina wilayah COVID-19, yang mendorong lembaga pemerintah untuk mengambil tindakan yang diperkuat guna mengamankan aplikasi digital mereka.[15]

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

Referensi

  1. James Vincent. Liveness tests used by banks to verify ID are "extremely vulnerable" to deepfake attacks. The Verge. 18 Mei 2022.
  2. N Omran. Real-Time Liveness Detection Algorithm Based on Eyes Detection and Utilize Age Estimation Technique to Build a Controllable Environment. International Science and Technology Journal. Juli 2022. Vol. 30.
  3. Khurram Akhtar. A Guide To Liveness Detection: Enhancing Facial Recognition Security. Forbes. 9 Februari 2024.
  4. Vilius Petkauskas. Deepfakes are scary good at bypassing remote identification. Cybernews. 18 Mei 2022.
  5. Graham Cluley. Surge in deepfake "Face Swap" attacks puts remote identity verification at risk Tripwire. www.tripwire.com. 8 Februari 2024.
  6. Khurram Akhtar. A Guide To Liveness Detection: Enhancing Facial Recognition Security. Forbes. 9 Februari 2024.
  7. Konstantin Simonchik. Video injection attacks: What is that and the way forward?. Biometric Update. 2024-05-02.
  8. How to prove and verify someone's identity. GOV.UK.
  9. Martina Slivova. Detection of speaker liveness with CNN isolated word ASR for verification systems. Multimedia Tools Appl. 1 Maret 2022. Vol. 81 (7). hlm. 9445–9457. doi:10.1007/s11042-021-11150-1.
  10. Vilius Petkauskas. Deepfakes are scary good at bypassing remote identification. Cybernews. 18 Mei 2022.
  11. James Vincent. Liveness tests used by banks to verify ID are “extremely vulnerable” to deepfake attacks. The Verge. 18-05-2022.
  12. Graham Cluley. Surge in deepfake "Face Swap" attacks puts remote identity verification at risk Tripwire. www.tripwire.com. 8 Februari 2024.
  13. BBC One - Rip Off Britain - Why do I need to verify my Ryanair flights?. BBC.
  14. iBeta Liveness Trends H1 2024. Axon Labs. 2024-10-01.
  15. Next digital identity testing at DHS to focus on 'liveness' detection. Nextgov.com.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29225258 (2026-05-14T02:13:08Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.