Lompat ke isi

Pita frekuensi C

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 08.54 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 28483879; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Pita frekuensi C disebut juga pita C (bahasa Inggris: C-band) adalah satuan spektrum frekuensi yang pertama kali ditemukan dalam sistem komunikasi satelit. Pita frekuensi ini memiliki besaran 3.7 hingga 4.2GHz untuk downlink dan 5.925-6.425GHz untuk uplink. Frekuensi yang dimiliki pita C tergolong kecil di banding pita frekuensi terbaru seperi Ku atau Ka. Meski demikian, pita C memiliki kelebihan utama menghadapi cuaca buruk seperti hujan atau badai. Pita C membutuhkan parabola dengan diameter yang lebar sekitar 6’ (kaki) tetapi bisa bervariasi hingga 3’ atau 9’ tergantung seberapa kuat sinyal yang harus diolah. Karena kenampakannya yang besar, terkadang parabola jenis ini disebut juga Big Ugly Dish (BUD). Pita C Masalah lainnya adalah terjadi banyak gangguan yang terdapat pada pita C yang disebabkan oleh banyaknya satelit lain yang menggunakan frekuensi yang sama. Atau gangguan lain yang disebabkan oleh gelombang mikro daratan/ terestrial.

Indonesia adalah negara yang hingga saat ini masih menggunakan satelit dengan tenaga frekuensi pita C meskipun kuotanya telah penuh. Alasan pemerintah RI adalah kondisi cuaca di Indonesia yang lebih sering hujan sehingga tidak cocok menggunakan satelit dengan teknologi pita frekuensi Ku atau Ka.

Perbandingan sebutan standar pita radio

Lihat pula

Rujukan

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28483879 (2025-11-14T08:34:16Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.