Lompat ke isi

Bias kognitif

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 23 Agustus 2026 10.25 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Bias kognitif atau prasikap kognitif[1] adalah kondisi yang terjadi ketika alam bawah sadar salah dalam berpikir sehingga akan menimbulkan kesalahan dalam berpikir, memproses, dan menafsirkan informasi. hal ini juga dapat memengaruhi rasionalitas dan keakuratan dalam menentukan keputusan dan penilaian.[2] Bias merupakan proses yang tidak disadari dan secara otomatis dirancang untuk membuat pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efisien, bias kognitif dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti faktor heuristik (jalan pintas mental), tekanan sosial dan emosi.[3]

Penyebab

Bias kognitif dapat disebabkan oleh banyak faktor, tetapi penyebab utamanya sering terjadi karena adanya jalan pintas mental atau yang biasa dikenal sebagai heuristik,[4] heuristik ini merupakan proses pengambilan kesimpulan atau keputusan secara cepat berdasarkan data yang tidak lengkap, sehingga hal tersebut dapat memicu terjadinya bias dalam mengambil keputusan atau memecahkan masalah.[5] Faktor lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya bias kognitif ini antara lain emosi, motivasi individu, batasan kemampuan pikiran untuk memproses informasi dan adanya tekanan sosial.[6] Kemunculan bias kognitif juga dapat meningkat seiring bertambahnya usia, hal ini disebabkan karena adanya penurunan pada fleksibilitas kognitif.[7]'

Jenis

Bias tindakan

Bias tindakan merupakan kecenderungan pikiran untuk merespons suatu tindakan sebagai reaksi bawaan yang harus dilakukan, bahkan tanpa adanya alasan yang kuat untuk melakukan tindakan tersebut. Bias tindakan cenderung memaksa pikiran untuk lebih memilih bertindak daripada tidak melakukan tindakan. meskipun tindakan tersebut tidak membuktikan menghasilkan reaksi yang lebih baik daripada tidak melakukan tindakan.[8]

Heuristik afeksi

Peneliti dari Eugene, Oregon, Amerika Serikat, Paul Slovic menjelaskan bahwa heuristik afeksi merupakan kecenderungan orang mempertimbangkan dan mengambil keputusan dengan melibatkan emosi, seperti faktor apakah saya menyukainya? Apakah saya membencinya?[9] Dibandingkan menggunakan data dan informasi yang lebih konkret.[10]

Efek ambiguitas

Efek ambiguitas adalah sebuah tindakan atau pemikiran yang menggambarkan kecenderungan orang untuk menghindari pilihan yang belum diketahui kebenarannya karena kurangnya informasi, orang lebih cenderung memilih pilihan yang lebih pasti bahkan jika pilihan tersebut belum tentu menguntungkan. Efek ambiguitas ini pertama kali dipelajari oleh seorang ekonom bernama Daniel Ellsberg pada tahun 1961, dengan penelitiannya yang dikenal sebagai "Paradoks Ellsbreg".[11]

Anchoring bias

Anchoring bias merupakan bias kognitif yang menyebabkan pikiran menentukan keputusan dengan terlalu tergantung pada informasi awal yang diterima dari suatu topik. Saat pikiran membuat rencana atau keputusan tentang suatu topik, pikiran akan menafsirkan informasi baru terhadap informasi pertama sebagai referensi, hal ini akan menyebabkan bias karena pikiran tidak akan melihat dari sisi yang objektif.[12] Bias ini bisa disebabkan oleh faktor demografi dan faktor kepribadian.[13]

Attentional bias

Attentional bias merupakan jenis bias kognitif yang membuat pikiran akan lebih fokus pada hal-hal yang menurutnya bagus dan mengambaikan aspek penting lainya dari penilaian. Sebagai contoh jika seseorang membeli mobil bekas dan terlalu jatuh cinta terhadap eksterior dan interior mobil tersebut, maka bisa saja pembeli akan mengabaikan faktor penting lain seperti jarak tempuh maupun riwayat kerusakan mesinnya.[14]

Lihat pula

Referensi

  1. sumber pada Wikipedia bahasa Indonesia
  2. Charlotte Ruhl. What Is Cognitive Bias?. Simply Psychology. 4 Mei 2021.
  3. Charlotte Ruhl. What Is Cognitive Bias?. Simply Psychology. 4 Mei 2021.
  4. Kendra Cherry. How Cognitive Biases Influence How You Think and Act. Verywell Mind. 19 Juli 2020.
  5. Ros Mayasari. Peran Pemikiran Heuristik pada Hubungan Persepsi Sosial dengan Munculnya Sikap terhadap Ide Penegakkan Khilafah Islamiyah di Indonesia. AL Ulum. 2 Desember 2016. Vol. 16 (2). hlm. 390.
  6. Kendra Cherry. How Cognitive Biases Influence How You Think and Act. Verywell Mind. 19 Juli 2020.
  7. Cristina G. Wilson. Age-differences in cognitive flexibility when overcoming a preexisting bias through feedback. J Clin Exp Neuropsychology. 2018. Vol. 40 (6). hlm. 586 sampai 594. doi:10.1080/13803395.2017.1398311.
  8. Action Bias. The Decision Lab.
  9. Daniel Kahneman. Thinking, Fast and Slow. Gramedia Pustaka Utama. 29 Mei 2020. hlm. 155 sampai 156. ISBN 6020637190.
  10. Affect Heuristic - Biases & Heuristics. The Decision Lab.
  11. Definition of Ambiguity effect. Convertize.
  12. Anchoring Bias - Biases & Heuristics. The Decision Lab.
  13. Melia Elsa Putri. Analisisis Pengaruh Anchoring Bias Dan Loss Aversion Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Di Kota Bandar Lampunv. IIB Darmajaya. 2019. hlm. 17 sampai 19.
  14. Bayu Galih Pratama. Bias Kognitif: Tanda-Tanda, Jenis, dan Cara Mencegahnya. SehatQ. 28 September 2021.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28704246 (2025-12-16T02:01:14Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.