Lompat ke isi

Jari-jari Matahari

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 09.09 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Presentation V4: sitasi, referensi, Math, Wikimedia Commons, dan atribusi)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Konversi satuan jari-jari Matahari
1 = Satuan
meter
695.700 kilometer
0,00465047 satuan astronomi
432.288 mil
tahun cahaya
parsec
2,32061 detik cahaya

Jari-jari Matahari adalah satuan jarak yang digunakan untuk menyatakan ukuran bintang dalam astronomi yang relatif terhadap Matahari. Jari-jari Matahari biasanya didefinisikan sebagai jari-jari dari pusat ke lapisan terluar fotosfer Matahari di mana kedalaman optisnya sama dengan 23:

1R=6.957×105 km
diperkirakan setara dengan 10 kali panjang jari-jari rata-rata Jupiter, sekitar 109 kali panjang jari-jari Bumi, dan 1125 satuan astronomi, yaitu jarak dari Matahari ke Bumi. Jari-jari Matahari memiliki sedikit perbedaan ukuran pada bagian kutub dibandingkan dengan bagian ekuator, yang disebabkan oleh rotasi Matahari, yang menghasilkan kepepatan sebesar 10 bagian per juta.[1]

Pengukuran

Wahana antariksa nirawak SOHO digunakan untuk mengukur jari-jari Matahari dengan cara menghitung waktu transit Merkurius di permukaan Matahari pada tahun 2003 hingga 2006. Hasilnya adalah jari-jari yang terukur sebesar .[2]

Haberreiter, Schmutz & Kosovichev (2008)[3] menetapkan jari-jari yang sesuai dengan fotosfer Matahari menjadi . Nilai baru tersebut konsisten dengan perkiraan helioseismik, di mana studi yang sama menunjukkan bahwa perkiraan sebelumnya yang menggunakan metode titik infleksi telah ditaksir terlalu tinggi sekitar .

Jari-jari Matahari nominal

Pada tahun 2015, Persatuan Astronomi Internasional mengeluarkan Resolusi B3, yang menetapkan sekumpulan konstanta konversi nominal untuk bidang ilmu astronomi bintang dan planet. Resolusi B3 mendefinisikan jari-jari Matahari nominal (simbol RN) adalah sama dengan .[4] Nilai nominal tersebut ditetapkan sebagai bantuan bagi para astronom untuk menghindari kebingungan saat mengukur jari-jari bintang dalam satuan jari-jari Matahari, meskipun pengamatan luar angkasa di masa depan kemungkinan besar akan memperbaiki nilai ukur jari-jari fotosfer Matahari yang sebenarnya (yang saat ini[5] hanya diketahui memiliki keakuratan sekitar ±).

Contoh

Jari-jari Matahari sebagai satuan yang umum digunakan saat menjabarkan tentang wahana antariksa yang bergerak mendekati Matahari. Dua pesawat ruang angkasa di tahun 2010-an meliputi:

Lihat juga

Pranala luar

Referensi

  1. NASA RHESSI oblateness measurements 2012
  2. Marcelo Emilio. Measuring the Solar Radius from Space during the 2003 and 2006 Mercury Transits. The Astrophysical Journal. 2012. Vol. 750. hlm. 135. doi:10.1088/0004-637X/750/2/135.
  3. M Haberreiter. Solving the Discrepancy between the Seismic and Photospheric Solar Radius. Astrophysical Journal. 2008. Vol. 675. hlm. L53–L56. doi:10.1086/529492.
  4. E.E. Mamajek. IAU 2015 Resolution B3 on Recommended Nominal Conversion Constants for Selected Solar and Planetary Properties. 2015.
  5. M Meftah. Solar radius determined from PICARD/SODISM observationsand extremely weak wavelength dependence in the visibleand the near-infrared. Astronomy & Astrophysics. 2018. Vol. 616. hlm. A64. doi:10.1051/0004-6361/201732159.

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 25866706 (2024-06-20T07:06:59Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.