Lampu sumpu
Lampu sumpu (bahasa Inggris : rushlight) adalah jenis lilin atau obor mini yang dibuat dengan merendam empulur kering tanaman sumpu dalam lemak atau minyak. Selama beberapa abad, lampu sumpu merupakan sumber penerangan buatan yang umum bagi orang miskin di seluruh Kepulauan Inggris. Pembuatannya sangat murah. Penulis esai Inggris William Cobbett menulis, "Lampu sumpu ini hampir tidak memerlukan biaya produksi dan diyakini memberikan penerangan yang lebih baik daripada beberapa lilin yang dibuat dengan buruk."
Salah satu keterangan tercetak paling awal tentang lampu sumpu ditulis oleh ahli barang antik Inggris John Aubrey pada tahun 1673. Pendeta Gilbert White memberikan deskripsi rinci tentang pembuatan lampu sumpu dalam The Natural History and Antiquities of Selborne, Surat XXVI (1789). Lampu sumpu masih digunakan di pedesaan Inggris hingga akhir abad ke-19, dan mengalami kebangkitan sementara selama Perang Dunia II. Di beberapa bagian Wales, penggunaan lampu sumpu berlanjut hingga pertengahan abad ke-20.
Tidak jelas apakah lampu sumpu pernah populer di Amerika Serikat dan Kanada. Dudukan lampu sumpu antik kadang-kadang ditemukan di Amerika Utara, tetapi sebagian besar mungkin diimpor dari Inggris; "tidak ada yang diketahui memiliki tanda pandai besi Amerika." Di New England, "lampu sumpu jarang digunakan atau bahkan tidak digunakan sama sekali pada masa kolonial."
Lampu sumpu tidak boleh disamakan dengan lilin sumpu, meskipun kata terakhir ini tercatat untuk hal yang sama pada awal tahun 1590-an. Lilin sumpu adalah lilin biasa (balok atau silinder lemak atau lilin) yang menggunakan sepotong rumput sebagai sumbu. Sebaliknya, lampu sumpu adalah potongan serat tumbuhan yang diresapi dengan lemak atau minyak. Sumbu tidak terpisah dari bahan bakar pada lampu sumpu.
Persiapan
Batang rumput sumpu yang sudah matang dikumpulkan pada musim panas atau musim gugur. Kulit ari hijau atau kulit setiap batang dikupas dengan hati-hati untuk memperlihatkan empulur bagian dalam, tetapi satu jalur kulit memanjang dibiarkan tetap di tempatnya untuk memberikan dukungan bagi empulur yang rapuh. Setelah dikeringkan, rumput sumpu kemudian direndam dalam lemak atau minyak rumah tangga yang tersedia. Lemak daging babi biasanya digunakan, tetapi lemak domba dianggap yang terbaik oleh sebagian orang, sebagian karena lemak tersebut mengering menjadi tekstur yang lebih keras dan tidak berantakan dibandingkan lemak lainnya. Sedikit lilin lebah yang ditambahkan ke dalam lemak akan menyebabkan rumput sumpu terbakar lebih lama. Di pulau-pulau Atlantik yang lebih terpencil seperti St Kilda, minyak perut yang dihasilkan oleh burung fulmar digunakan.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29437363 (2026-07-09T21:46:27Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.