Lompat ke isi

Warna tersier

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 13.27 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 23947316; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Warna tersier adalah warna yang dihasilkan dari campuran satu warna primer dengan satu warna sekunder dalam sebuah ruang warna.

Warna Cat (RYB)

biru (●) + hijau (●) = hijau laut (●)
hijau (●) + kuning (●) = pucuk pisang (●)
kuning (●) + jingga (●) = kuning lulur (●)
jingga (●) + merah (●) = merah merona (●)
merah (●) + ungu (●) = patma (●)
ungu (●) + biru (●) = lembayung (●)

Warna Cahaya (RGB)

nilangsuka (●) + biru (●) = biru langit (●)
patma (●) + biru (●) = lembayung (●)
patma (●) + merah (●) = mawar (●)
kuning (●) + merah (●) = jingga (●)
kuning (●) + hijau (●) = pucuk pisang (●)
nilangsuka (●) + hijau (●) = hijau suji (●)

Pemakaian istilah

Istilah "warna tersier" pada awalnya dicetuskan merujuk pada warna-warna "netral"; yang dibuat dengan mencampur tiga warna primer dalam sebuah ruang warna. Ini akan menghasilkan warna putih atau kelabu, dalam sitem warna cahaya additif, sedangkan dalam sistem warna subtraktif pada pigmen atau cat akan menghasilkan coklat, kelabu atau hitam. Pengertian seperti ini masih umum dalam banyak tulisan-tulisan teknis.

Untuk menghindari kerancuan, banyak para profesional memilih menggunakan istilah "warna intermediate".

Lihat pula

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 23947316 (2023-08-01T12:52:40Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.