Lompat ke isi

Bahan bakar ganggang

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 13.37 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 29539683; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Bahan bakar ganggang adalah bahan bakar fosil cair alternatif yang menggunakan ganggang sebagai sumber minyak kaya energi. Selain itu, bahan bakar ganggang adalah alternatif dari sumber bahan bakar nabati yang umum dikenal, seperti jagung dan tebu. Ketika dibuat dari rumput laut (makroalga) dapat dikenal sebagai bahan bakar rumput laut atau minyak rumput laut.

Beberapa perusahaan dan lembaga pemerintah mendanai upaya untuk mengurangi biaya modal dan operasional dan membuat produksi bahan bakar ganggang layak secara komersial. Seperti bahan bakar fosil, bahan bakar ganggang melepaskan CO2 ketika dibakar, tetapi tidak seperti bahan bakar fosil, bahan bakar ganggang dan biofuel lainnya hanya melepaskan CO2 baru-baru ini dikeluarkan dari atmosfer melalui fotosintesis ketika alga atau tanaman tumbuh. Krisis energi dan krisis pangan dunia telah memicu minat pada algaculture (pertanian alga) untuk membuat biodiesel dan biofuel lainnya menggunakan lahan yang tidak cocok untuk pertanian.

Referensi

Pranala luar


Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 29539683 (2026-08-08T09:07:26Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.