Lompat ke isi

Strategi Jangka Panjang 2050

Ensiklopedia Pengetahuan Universitas Islam Sultan Agung
Revisi sejak 27 Agustus 2026 13.40 oleh Maintenance script (bicara | kontrib) (Impor teks terkontrol dari Wikipedia bahasa Indonesia; revisi 22863566; atribusi sumber disertakan.)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)

Strategi Jangka Panjang 2050 adalah sebuah program yang diinisiasikan oleh Komisi Eropa pada 28 November 2018 yang bertujuan mencapai ekonomi yang modern, kompetitif, dan netral terhadap iklim pada tahun 2050. Strategi ini sejalan dengan Persetujuan Paris yang ingin menekan pemanasan global di bawah 2 °C semenjak masa revolusi industri. Implementasi dari strategi ini dicapai dengan melakukan investasi dalam solusi teknologi, pemberdayaan masyarakat, serta menyelaraskan upaya pada bidang kunci seperti kebijakan industri, ekonomi industri, hingga riset industri.

Ikhtisar

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) merilis laporan spesialnya pada Oktober 2018 mengenai dampak kenaikan temperatur global sebesar 1.5 °C sejak masa pra industrial beserta dengan analisis jalur emisi GRK (gas rumah kaca) yang terkait. Berdasarkan laporan tersebut, diketahui bahwa pemanasan global yang disebabkan manusia telah mencapai 1 °C di atas temperatur masa pra industrial dan bertambah sekitar 0,2 °C setiap dekade. Dengan demikian, diprediksi pada tahun 2060 pemanasan global akan mencapai 2 °C dan semakin meningkat setelahnya.

Perubahan iklim yang tak terkendali dinilai memiliki potensi untuk menyebabkan dampak lingkungan skala besar yang tidak dapat dikembalikan seperti semula. Sebagai contoh, 99% dari terumbu karang dunia diprediksi akan hilang apabila pemanasan global mencapai 2 °C. Sedangkan kenaikan temperatur sebesar 1,5-2 °C dapat memicu melelehnya lapisan es di Greenland yang mengakibatkan kenaikan permukaan air laut setinggi 7 meter, yang mengancam daerah pesisir dan kepulauan kecil di penjuru dunia.

Cangkupan Strategi

  • Efisiensi Energi
  • Penyebaran Energi Terbarukan
  • Mobilitas yang bersih, aman, dan terkoneksi
  • Siklus ekonomidan industri yang kompetitif
  • infrastruktur dan interkoneksi
  • Bio-ekonomi dan penyerap karbon alami
  • Penangkap karbon dan penyimpanan untuk terhadap sisa emisi

Referensi

Sumber dan atribusi

Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 22863566 (2023-02-05T06:11:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.