Protanopi
Protanopi atau protanopia adalah kelainan pada mata di mana penderita secara spesifik tidak dapat membedakan warna merah dan hijau. Hal tersebut dikarenakan penderita protanopi memiliki sel kerucut tipe L yang kurang sensitif dan mengalami dikromasi. Protanopi merupakan kelainan yang diturunkan lewat gen resesif.
Etimologi
Istilah protanopi berasal dari bahasa Yunani prṓtos yang berarti ‘pertama’, an yang berarti ‘tidak’, dan opsis yang berarti ‘melihat’. Dari terjemahan tersebut, protanopi kemudian diartikan secara harafiah sebagai ‘tidak dapat melihat warna primer pertama’.
Sebab
Protanopi disebabkan reseptor warna pada retina tidak sensitif dan biasanya bersamaan dengan kondisi dikromasi, yaitu kemampuan mata untuk hanya mampu menggabungkan dua spektrum warna. Reseptor warna yang mengalami penurunan kinerja adalah sel kerucut tipe L yang memapukan mata membedakan warna merah dan hijau serta merah, jingga, kuning, cokelat dan ungu. Selain itu, warna yang terlihat akan tampak kurang cerah dibandingkan dengan warna pada penglihatan normal.
Protanopi dapat diturunkan lewat gen resesif X, sehingga jumlah pria yang mengidap protanopi lebih banyak daripada perempuan. Hal tersebut dikarenakan perempuan memiliki dua kromosom X sementara pria memiliki 1 kromosom X dan 1 kromosom Y.
Referensi
Sumber dan atribusi
Konten artikel ini diadaptasi dari Wikipedia bahasa Indonesia, revisi 28592844 (2025-11-21T19:42:03Z), yang tersedia berdasarkan lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa (CC BY-SA). Mohon gunakan konten ini secara bijak serta sesuai dengan ketentuan lisensi yang berlaku.